Persoalan Ummat Islam di Aceh Tengah - بسم الله الرحمن الرحيم
Headlines :
Home » » Persoalan Ummat Islam di Aceh Tengah

Persoalan Ummat Islam di Aceh Tengah

Ditulis Oleh IRHAS Pada Hari Senin, 11 April 2016 | 12.19

Situasi terkini di Aceh Tengah adalah tingginya angka kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), tingginya angka perceraian. Data terakhir yang kami peroleh ada 169 kasus cerai talak dan 304 cerai gugat. Sampai bulan september 2015 ada 36 kasus dispensasi kawin di bawah umur.
Masalah lain adalah adanya tindakan asusila dan pelanggaran syari’at. Karena adanya aturan yang sah berlaku di daerah kita terkait pelanggaran syari’at, maka aturan itu harus ditegakkan. Terkait kasus pelanggaran syari’at ini Dinas Syariat Islam Kabupaten Aceh Tengah dalam hal ini bertugas menyiapkan fasilitas cambuk berupa tempat dan fasilitas lainya. Dalam beberapa hari ke depan masih ada pelaksanaan eksekusi pelanggaran qanun syari’at ini. Kata bupati, kalau hukum cambuk masih ada, berarti syariat islam tidak jalan. Pernyataan ini ada juga benarnya.
Harus ada banyak upaya yang kita lakukan untuk mengatasi persoalan kita hari ini. Hari ini disahkan sekretariat majlis adat Gayo. Harapan kita semoga majelis adat Gayo yang baru disahkan ini dapat mengambil peran dalam rangka meminimalisir dan mencegah terjadinya pelanggaran syari’at.
Antropolog menyampaikan ke depan harus disampaikan pendidikan seks bagi remaja. Namun agak tabu bagi masyarakat kita. Maka harus ada upaya kita mengkaji lagi dalam hal ini. Persoalan ini sudah dibawa ke ranah forum musyawarah pimpinan daerah.
Kita berharap ke depan ada rancangan qanun (ranqa) penertiban rumah sewa dan kos, serta ranqa pelarangan siswa-siswi mengunjungi tempat hiburan.
Kami di Dinas Syari’at Islam ada 25 orang. Objek pekerjaan kami membuat kebijakan daerah sosialisasi syariat/ sosialisasi qanun syari’ah. Penegakan dan pengawasan tugas WH dan Satpol PP.
Tahun 2015 kami sudah masukkan mata pelajaran muatan lokal bagi pelajar SLTA kelas 1. Dalam hal ini kami bekerja sama dengan UIN Arraniri Banda Aceh. Ke depan tentu kita berharap juga dapat bekerja sama dengan STAIN Gajah Putih Takengon dalam berbagai hal. Mungkin kita bisa bekerjasama dalam kegiatan yang mengarah kepada syariat seperti hafalan qur’an dan pelaksanaan MTQ Keluarga atau dalam kegiatan lain.
Kami telah melakukan sosialisasi ke semua pelajar SLTA se-Aceh Tengah. Kami juga menunjuk beberapa siswa sebagai pengawas dengan melibatkan guru BK. Saat kami melakukan sosialisasi, ada keterkejutan dari para siswa di sekolah karena ada di antara kawan-kawan mereka yang membantu kami bertugas mengawasi pelaksanaan syari’at. Di antara hal yang kami sosialisasikan adalah larangan pakaian ketat. Walaupun fokusnya kepada orang tua agar membatasi anaknya dalam berpakaian ketat. Namun, hal itu juga kami sampaikan kepada anak-anak kita di sekolah.
Di sekitar Danau Laut Tawar sudah kami rekrut pemuda sebagai pengawas pelaksanaan syari’at dengan berkoordinasi dengan BABINSA dan BABINKAMTIBMAS. Di terminal juga kami bekerjasama dengan pemuda sekitar terminal untuk mendorong pelaksanaan syariat.
Masalah lain yang kita hadapi adalah tingginya perceraian. Jika ada pergub tentang tahapanan penyelesaian persoalan keluarga, maka tentu tidak semua persoalan keluarga langsung diselesaikan di pengadilan agama.
Saya lupa ada satu desa yang melakukan penyelesaian persoalan keluarga di mesjid, tidak langsung ke pengadilan agama. Dengan penyelesaian persoalan keluarga mereka di mesjid ternyata mereka tidak jadi bercerai. Mereka dinasehati dan akhirnya mereka merasa malu bercerai. Bupati ingin ke depannya reje kampung adalah orang yang mengerti agama, mengerti adat. Sehingga ke depan mereka bisa membantu dalam berbagai persoalan adat dan agama seperti mengurangi atau mencegah banyaknya persoalan perceraian.

Kita di Dinas Syari’at Islam Aceh Tengah lebih banyak membuat kebijakan dalam rangka pencegahan. Kalau aturan dan regulasi yang kita buat, siapapun yang jadi ketua, kepala dinas dan pemangku jabatan lainnya, maka aturan itu akan tetap jalan.

Itulah penyampaian Drs. Alam Syuhada, MM., Kepala Dinas Syari'at Islam Kabupaten Aceh Tengah, Pada saat menjadi narasumber Seminar Dosen Jurusan Ushuluddin dan Dakwah STAIN Gajah Puith Takengon, Rabu, 23 Desember 2015 di Aula Biro STAIN Gajah Putih Takengon.

Baca Juga

Bagikan Ke Sosial Media :

0 komentar:

Boleh Berpendapat Kok

Bagaimana Pendapat Anda..?

POPULER SAAT INI

Tips agar Lulus Tes Kompetensi Dasar (TKD) Seleksi CPNS

INGAT WAKTU SHALAT

KALENDER HIJRIYAH


 
Copyright © 2013. بسم الله الرحمن الرحيم - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger
Terima Kasih Sudah Berkunjung
Yang Menarik Lainnya close button minimize button maximize button