Latest Updates

Tips Tag Kontak, Tulisan Tebal, Miring Dan Coret Pada Chattingan WhatsApp

9:15 AM
Saat ini hampir semua orang menggunakan aplikasi media sosial WhatsApp. Aplikasi chatting buatan Amerika ini saat ini menjadi pilihan banyak orang. Baik sekedar untuk berikirim pesan, bercerita dan diskusi di group bahkan bisa juga digunakan mengirimkan lampiran berupa dokumen, gambar, kontak telepon.

Untuk beberapa keperluan, pengguna aplikasi ini bisa membuat tulisan dengan huruf tebal, huruf miring atau tulisan dicoret dengan garis tengah. Tiga jenis tulisan itu biasa digunakan dalam aplikasi mengetik seperti pada gambar di bawah ini. Silakan ikuti caranya.

Membuat Tulisan Tebal (Bold)
Untuk membuat tulisan tebal, caranya  teks yang akan ditebalkan meski diapit oleh tanda bintang. Contoh, jika diketik di WA *irhasmelayu.blogspot.com*, maka hasilnya akan menjadi irhasmelayu.blogspot.com.

Membuat Tulisan Miring (Italic)
Untuk membuat tulisan miring, caranya  teks yang akan dimiringkan meski diapit oleh tanda garis bawah. Contoh, jika diketik di WA _irhasmelayu.blogspot.com_ maka hasilnya akan menjadi irhasmelayu.blogspot.com.

Cara Lain Membuat Tulisan Tebal atau Miring
Cara  lain juga juga sangat mudah untuk memuat tulisan tebal adalah dengan memblok tulisan yang akan ditebalkan, lalu klik huruf B di pojok kanan atas. Jika ingin dibuat miring, klik huruf I di pojok kanan atas tersebut


Membuat Tulisan Coret (Strikethrough)

Untuk membuat tulisan coret, caranya  teks yang akan dicoret meski diapit oleh tanda ~. Contoh, jika diketik di WA ~irhasmelayu~, maka hasilnya akan menjadi irhasmelayu.


Mengubah Jenis Font
Untuk mengubah jenis font atau huruf yang muncul dalam chattingan dan berbeda dengan huruf sebelumnya, maka teks yang akan dirubah tersebut mesti diapit oleh tiga tanda petik (apostrope). Contoh, jika ditulis di WA ```irhasmelayu.blogspot.com``` maka akan muncul jenis tulisan yang berbeda fontnya seperti pada gambar ini.

Jika ingin membuat kombinasi tebal miring, coret dan ganti model huruf dalam satu kalimat, tinggal digabung semuanya. Contoh *_~```gabung~_*``` maka hasilnya akan menjadi seperti teks ini.


Selanjutnya, bagi pengguna yang ingin tag atau menyertakan nama kontak anggota group, cukup ketik @, maka akan muncul daftar nama kontak yang terdapat dalam group tersebut seperti contoh gambar di bawah ini.


Demikian tips, berkreasi dengan berbagai cara mengetik di WA. Semoga bermanfaat.

Berkasih Sayang Antar Muslim Perspektif Hadis

9:30 PM
Pada pertengahan bulan Februari ada di antara anak muda-mudi mengadakan kegiatan hari kasih sayang. Mereka menyebutnya hari valentine. Mungkin para muda-mudi itu tidak tahu bahwa tradisi hari valentine adalah hari kasih sayang yang dibuat oleh Paus Gelasius tahun 496 M karena tidak bisa menghilangkan tradisi festival Lupercalia Pagan Romawi yang sudah mengakar kuat dalam kebiasaan hidup mereka. Kalaulah para pemuda pemudi muslim tahu asal perayaan ini, tentulah mereka tidak ikut-ikutan merayakannya.

Dalam Islam, ajaran tentang kasih sayang secara universal telah diajarkan oleh Nabi Muhammad Shallallahu Alaihi Wasallam. Dalam Shahih al-Bukhari (hadis nomor 1240) dan Muslim (hadis nomor 2162) diriwayatkan dari Abu Hurairah RA, beliau berkata aku mendengar Baginda Rasulullah bersabda:
حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ خَمْسٌ : رَدُّ السَّلَامِ وَعِيَادَةُ الْمَرِيضِ وَاتِّبَاعُ الْجَنَائِزِ وَإِجَابَةُ الدَّعْوَةِ وَتَشْمِيتُ الْعَاطِس
Hak seorang muslim atas muslim yang lain ada lima yaitu 1) menjawab salam; 2) membezuk orang sakit; 3) mengikuti jenazah; 4) memenuhi undangan dan 5) mendoakan ketika bersin.

Dalam redaksi yang lain dalam Shahih Muslim (hadis nomor 2162) yang juga dari Abu Hurairah, bahwa Rasulullah bersabda:
حَقُّ الْمُسْلِمِ عَلَى الْمُسْلِمِ سِتٌّ قِيلَ مَا هُنَّ يَا رَسُولَ اللَّهِ : قَالَ  إِذَا لَقِيتَهُ فَسَلِّمْ عَلَيْهِ وَإِذَا دَعَاكَ فَأَجِبْهُ وَإِذَا اسْتَنْصَحَك فَانْصَحْ لَهُ وَإِذَا عَطَسَ فَحَمِدَ اللَّهَ فَسَمِّتْهُ وَإِذَا مَرِضَ فَعُدْهُ وَإِذَا مَاتَ فَاتَّبِعْهُ 
Hak muslim sesama muslim ada enam. Sahabat bertanya, apa saja yang enam itu wahai Rasulullah? Rasulullah menjawab: 1) kalau engkau bertemu dengannya, maka ucapkanlah salam kepadanya; 2) jika engkau diundangnya, maka penuhilah undangannya; 3) jika dia meminta nasehat kepadamu, maka nasehatilah ia; 4) jika dia bersin dan mengucapkan Alhamdulillah, maka doakanlah dia; 5) jika dia sakit, bezuklah dia; dan 6) jika dia meninggal, maka ikutilah jenazahnya.

Hak adalah sesuatu yang mesti diterima. Lawannya kewajiban, yaitu sesuatu yang mesti diberikan atau ditunaikan. Sebagai contoh jika hak sifulan ada pada saya, maka sifulan mesti mendapatkan haknya dan saya mesti memberikannya kepada sifulan.

Kedua hadis di atas menyebutkan hak muslim terhadap muslim yang lain. Artinya, ada hak yang harus diperoleh oleh seorang muslim dan itu merupakan kewajiban muslim yang lain. Dalam konteks hadis di atas, mendapatkan balasan salam adalah hak seseorang yang telah mengucapkan salam. Maka bagi orang yang mendengarkan ucapan salam wajib menjawab salam itu.

Menurut Imam al-Syaukani, yang dimaksud dengan hak muslim dalam hadis di atas adalah tidak boleh ditinggalkan dan mesti dilaksanakan. Tingkatan pelaksanaannya ada yang wajib dan yang mandub.

Sedangkan menurut Ibnu Hajar memberikan hak-hak saudara muslim yang disebutkan dalam hadis di atas hukumnya wajib kifayah, yaitu kewajiban yang mesti ditunaikan. Jika sudah ada yang menunaikannya, maka gugurlah kewajiban dan dosa tidak melaksanakannya bagi muslim lain.

Mengucapkan dan menjawab salam, membezuk jika sakit dan hal-hal yang disebutkan di atas adalah bentuk ajaran yang mengedepankan kasih sayang. Saling memberi salam adalah mendoakan agar memperoleh keselamatan rahmat dan berkah dari Allah. Ini melebihi kasih sayang yang diharapkan dari manusia. Demikian juga mendoakan saat bersin dan memberi nasihat.

Memenuhi undangan, membezuk ketika sakit dan takziah menghibur saat kematian juga merupakan ajaran Islam tentang menunjukkan kasih sayang sesama muslim.

Nantikan pembahasan selanjutnya tentang penjelasan hadis ini bagian "menjawab salam".
_____
Dibuat untuk disampaikan pada khutbah Jum'at di Masjid Kenawat pada hari Jum'at 07 Jumadil Akhir 1439 H/ 23 Februari 2018








Kepalan Tinju Penghitung Tanggal (Cerpen 250 Kata)

6:06 PM
Ceng ceng, ceng ceng.
Ceng ceng, Ceng ceng.

Lonceng dari roda mobil baru saja berbunyi sebanyak delapan pukulan. Itu pertanda semua siswa harus masuk ke dalam kelas.

"Assalamu 'Alaikum" terdengar suara dari depan pintu masuk ruang kelas.

'Wa'alaikum Salam Warahmatullahi Wabarakatuhu" Dengan serempak terdengar jawaban salam dari semua yang ada di lokal.

"Apa kabar semuanya? Sehat? Ada yang tidak hadir hari ini?" tanya Ibu guru.

Tidak ada jawaban dari siswa. Ini menandakan semua sehat, dan semuanya hadir. Jika ada yang tidak hadir, biasanya ketua kelas akan menjawab.

"Baiklah anak-anak Ibu yang Ibu cintai. Kita lanjutkan pelajaran Bahasa Indonesia kita"

Ibu guru pergi menuju papan tulis. Lalu mengambil kapur tulis dan bermaksud menulis di pojok atas papan tulis. Tiba-tiba beliau bertanya. "Tanggal berapa sekarang"?

Ada jawaban yang beragam dari para siswa. Ada yang menjawab tanggal 30. Ada juga yang menjawab tanggal 31. Ibu guru kembali bertanya. "Sekarang bulan apa?"

"November" Semua siswa serentak menjawab.

Mendengar jawaban itu, ibu guru langsung menghitung nama bulan dengan kepalan tinjunya. Setelah selesai menghitung, maka dengan santai ibu guru menulis tanggal 1 Desember di papan tulis. "Bulan November hanya sampai tanggal 30. Tidak ada tanggal 31 untuk bulan November" ucap Ibu guru dengan santai.

Ibu guru menyuruh masing-masing siswanya membuat kepalan tinju. Lalu dimulailah menyebut nama bulan.

"Januari untuk yang tinggi. Februari untuk yang rendah. Maret untuk yang tinggi. Begitu seterusnya sampai bulan Juli. Bulan Agustus kembali di tempat yang tinggi. September di tempat yang rendah. Maka kitapun tahu bahwa November 30 hari, bukan 31 hari"


Beberapa Kesalahan Orang Tua Dalam Mendidik Anak

5:02 PM
Pada postingan terdahulu pernah disampaikan tentang keberadaan anak bagi orang tua. Seharusnya setiap orang bangga punya anak karena anak adalah perhiasan dunia. Apalagi bagi orang tua yang memiliki anak shaleh karena ia adalah aset bagi orang tuanya yang diharapkan akan memberikan do'a bagi orang tuanya. Selain sebagai kesenangan, anak juga merupakan ujian bagi orang tua. Orang tua yang sukses melewati ujian akan keluar sebagai pemenang dengan hasil anak yang sholeh.  Sebaliknya, orang tua yang belum sukses mendidik anaknya, maka akan menuai hasil anak yang mungkin bisa menjerumuskan ke neraka.

Pernah diberitakan media misalnya ada anak melawan orang tuanya, membunuh orang tuanya dan perbuatan lain yang tidak mungkin rasanya itu dilakukan oleh seorang anak terhadap orang tuanya. Naudzubillahi min dzalik. Wajar jika agama menyebut perbuatan itu sebagai satu di antara dosa besar sesudah syirik kepada Allah. 

Dalam perspektif konseling, tidak semua perbuatan salah yang dilakukan anak merupakan kesalahan anak sepenuhnya. Tidak jarang, perbuatan salah anak disebabkan karena kesalahan orang tua dalam pola asuh atau salah bersikap terhadap anak.

Menurut Addahri Hafidz Aulawi, seorang Konselor yang saat ini juga merupakan dosen Konseling STAIN Gajah Putih Takengon, ada beberapa kesalahan orang tua dalam mengasuh dan mendidik anaknya. Sayangnya, kesalahan itu tanpa disadari oleh orang tua. Hal itu terjadi dalam waktu yang sering dan berulang karena tidak disadari sebagai sebuah kesalahan. Dari pengalamannya menghadapi banyak klien, umumnya kesalahan orang tua dapat berupa hal-hal berikut ini. 


Pertama, ada orang tua bersikap seperti polisi. Dalam kasus ini orang tua baru tahu anaknya kalau anaknya bermasalah. Artinya, orang tua tidak tahu menahu dengan anak. Umumnya terjadi pada orang tua yang sibuk dengan pekerjaannya. Dia baru mau mengurus anaknya lebih ketika anaknya punya kasus atau masalah.


Kesalahan kedua yang juga banyak dijumpai yaitu ada orang tua merasa lebih tahu segalanya. Sehingga pola komunikasi yang terjadi seperti menggurui anaknya. Lebih baik berdiskusi dibanding mengguruinya. Karena anak-anak kita zaman now dalam hal tertentu mungkin lebih tahu dibanding orang tuanya.



Ketiga, orang tua merasa hebat dan selalu berbicara kepada anaknya dengan cara menasehati sehingga anak merasa tidak nyaman. Ganti cara menasehati dengan gaya diskusi. Ketika menasehati anak yang berbuat salah, ajak diskusi dengan memberi pertanyaan sederhana yang justru akan dijawab sendiri oleh anak dengan membenarkan "isi nasehat" dari pertanyaan itu. Contoh, ketika ingin menyampaikan nasehat jangan mencubit temannya dengan ungkapan "kalau adik yang dicubit teman, sakit tidak?"

Kesalahan keempat, ada di antara orang tua yang menceritakan aib anak kepada orang lain, bahkan di hadapan anaknya sendiri. Hal ini berpengaruh buruk bagi anak sehingga anak menjadi tidak percaya diri. Ketika anak tidak percaya diri, kemungkinan anak akan murung. Kemungkinan lain adalah anak  justru malah makin menambah kelakuan buruknya karena telah tersebar aib dirinya yang akan menjadikan orang mencap dirinya sebagai anak yang berperilaku buruk.


Terakhir, kesalahan orang tua yang membandingkan antara satu anaknya dengan anaknya yang lain atau dengan anak orang lain. Yakinilah setiap anak punya kelebihan di samping kekurangannya. Setiap anak istimewa. Jangan disamaratakan setiap anak. Karena membandingkan anak juga akan menjadikan anak tidak menjadi dirinya sendiri. Jika ini terus terjadi, sampai anak dewasa hal ini mungkin akan berpengaruh berupa selalu menyalahkan dirinya ketika mengambil sikap atau langkah yang akan ditempuhnya.

Santo Valentine, Festival Lupercalia dan Hari Valentine

1:27 PM
Setiap tanggal 14 Februari media televisi hampir semuanya memberitakan tentang perayaan hari valentine. Hari itu disebut sebagai hari kasih sayang. Banyak yang menolak merayakan hari ini karena bukan bagian dari budaya timur dan juga dengan alasan perayaan ini berasal dari perayaan Kristen yang diadopsi dari kepercayaan Pagan Romawi. Namun tidak sedikit juga yang memaknainya dengan hari menunjukkan sayang kepada orang yang disayangi. Tulisan ini ingin mengetengahkan kepada pembaca tentang sejarah hari valentine di daerah asalnya Romawi.


Dikutip dari situs history[dot]com disebutkan bahwa peringatan hari valentine adalah bagian dari tradisi Kristen Katolik dan Romawi kuno. Dalam legenda diceritakan bahwa Valentine atau Valentinus adalah orang suci yang hidup pada masa pemerintahan Kaisar Claudius II. Pada waktu itu, kaisar mengatakan bahwa untuk menjadi seorang tentara yang tangguh, maka laki-laki tidak boleh menikah. Valentine tidak sependapat dengan kebijakan yang diambil oleh kaisar dan tetap menikahkan setiap pasangan muda yang ingin menikah. Ketika perbuatan Valentine diketahui oleh kaisar, maka Kaisar Claudius II memerintahkan agar Valentine dihukum mati. Tanggal 14 Februari adalah hari dimana Valentine dihukum mati. 

Versi cerita lain mengatakan bahwa Valentine mungkin telah dibunuh karena berusaha membantu orang-orang Kristen melarikan diri dari penjara-penjara Romawi yang kejam, di mana mereka sering dipukuli dan disiksa. Menurut satu legenda, Valentine yang dipenjarakan benar-benar mengirim ucapan "valentine" pertama saat dirinya jatuh cinta pada seorang gadis muda - mungkin putrinya yang dipenjarakan - yang mengunjunginya selama kurungannya. Sebelum kematiannya, dituduhkan bahwa dia menulis surat bertuliskan "From Your Valentine" sebuah ungkapan yang masih digunakan oleh mereka yang merayakannya sampai sekarang. Meskipun tidak ada kebenaran pasti di balik legenda Valentine, semua cerita menekankan daya tariknya sebagai tokoh simpatik, heroik dan romantis. Pada Abad Pertengahan, mungkin berkat reputasi ini, Valentine menjadi salah satu orang suci Katolik paling populer di Inggris dan Prancis.

Festival Lupercalia dan Valietine's Day
Dikutip dari halaman National Public Radio dan nobeliefs, dikatakan bahwa mulai tanggal 13 sampai 15 Februari setiap tahunnya, orang Romawi merayakan Festifal Lupercalia. Yaitu perayaan untuk menghormati dewa pastoral Lupercus, Dewa Kesuburan Bangsa Romawi. Festival ini juga ditujukan untuk memuji dewi Juno Februata (dari mana nama berasal dari bulan Februari), Dewi cinta karena menimbulkan "demam cinta" bagi kaum muda. Festival ini diadakan dengan menyembelih pengorbanan seekor kambing dan seekor anjing lalu dengan kulit kambing dan anjing tersebut dicambuklah para wanita yang sudah dijejerkan. Mereka percaya bahwa dengan itu akan menjadikan mereka menjadi subur. Sementara informasi lain disampaikan oleh Arnie Seipel yang mengutip Noel Lenski, sejarawan University of Colorado bahwa perayaan Lupercalia diadakan dengan pesta mabuk-mabukan dan tanpa busana, dan mereka akan melampiaskan hasratnya kepada wanita yang mereka undi.

Ketika Kristen sudah menjadi agama bagi bangsa Romawi, pihak Gereja Kristen mencoba untuk menghentikan festival Lupercalia. Namun, mereka tidak berhasil menghentikannya. Pada tahun 496 M Paus Gelasius mengganti festival Lupercalia dengan perayaan Valentine, yang dinamai sesuai dengan nama cerita legenda St. Valentine itu.



 
  • Contact Us | Site Map | TOS | Privacy Policy | Disclaimer
  • Copyright © Bismi Rabb. Template by OddThemes