Contoh Rancangan Aktualisasi Nilai Dasar ANEKA - بسم الله الرحمن الرحيم
Headlines :
Home » » Contoh Rancangan Aktualisasi Nilai Dasar ANEKA

Contoh Rancangan Aktualisasi Nilai Dasar ANEKA

Ditulis Oleh IRHAS Pada Hari Jumat, 03 Juni 2016 | 08.56

Pada postingan sebelumnya sudah disampaikan terkait indikator nilai dasar ANEKA. Pada postingan kali ini akan disampaikan contoh rancangan aktualisasi nilai dasar profesi PNS. Rancangan ini dipergunakan oleh setiap peserta Diklat Prajabatan Pola Baru sebelum melaksanakan aktualisasi di tempat magang.

Contoh rancangan ini adalah profesi pendidik. Rancangan ini sangat tepat dipakai oleh guru atau dosen. Namun, tidak tertutup kemungkinan juga dipakai oleh tegana kependidikan atau profesi yang lain dengan sedikit modifikasi. Rancangan ini sudah saya terapkan pada Prajab tahun 2015.


RANCANGAN AKTUALISASI NILAI-NILAI DASAR PROFESI PNS DOSEN
PADA ........... (nama unit kerja)


Nama                         : (nama peserta)
NDH                          : (nomor daftar hadir peserta)
Unit kerja                   : (nama unit kerja)
Jabatan                       : Dosen
Tupoksi                      : Dosen ........ (dosen mata kuliah.....)

No
Indikator Nilai Dasar
Informasi yang Relevan dengan Nilai Dasar
Daftar Kegiatan
Kebutuhan Stake Holder
Tugas Organisasi
Tugas Unit
Tugas Pegawai


(1)
(2)
(3)
(4)
(5)
(6)
(7)

1
Akuntabilitas
(tanggung jawab, ingtegritas, transparan, konsistensi)
Nasionalisme
(Nilai pancasila: ketuhanan dan ke-bhineka-an,)
Etika publik
(menjalankan tugas secara profesional, non diskriminatif)
Anti Korupsi
(jujur, mandiri, disiplin)
Terlaksananya  evaluasi belajar akhir semester
Menyediakan sarana dan prasarana
(Statuta lembaga/unit kerja) 


Koordinasi pelaksanaan Ujian Akhir Semester
(Statuta lembaga/unit kerja) 


Melaksanakan Ujian Akhir Semester sebagai bentuk evaluasi
(Statuta lembaga/unit kerja) 


-  Membuat soal ujian akhir semester (UAS);
-  Menyerahkan soal UAS ke Prodi;
-  Mengawas pelaksanaan UAS;
-  Mengoreksi hasil UAS;
-  Memberikan penilaian akhir semester;
-  Menyerahkan nilai akhir semester ke prodi

2
Komitmen Mutu
(efektifitas, inovasi, berorientasi mutu dan komitmen)

Nasionalisme
(nilai musyawarah/ sila keempat)

Akuntabilitas
(Tanggung jawab, dan konsistensi)
Tersedianya penjadwalan dan distribusi materi yang jelas untuk proses perkuliahan
Meningkatan Kualitas Pendidikan
(Statuta lembaga/unit kerja) 


Menyediakan kalender akademis
(Statuta lembaga/unit kerja) 


Melaksanakan perencanaan pembelajaran
(Statuta lembaga/unit kerja) 


-   Berkoordinasi denga dosen al-qur’an dan tafsir
-   Menyusun silabus
-   Membuat satuan acara perkuliahan (SAP)
-   Menyusun kontrak perkuliahan
-   Menyusun bahan ajar


3
Etika Publik
(menjalankan tugas secara profesional/ tidak berpihak, memberikan layanan secara jujur, tanggap dan cepat, memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur, melayani dengan jujur, tanggap, tepat, cepat, santun. menghargai komunikasi, konsultasi, meningkatkan efektifitas)

Komitmen mutu
(efektifitas/ tercapainya target, berorientasi pada mutu, berfikir kreatif)
Terlaksanya layanan bimbingan perkuliahan yang berkualitas profesional dan bertanggung jawab
Mengembangkan sistem kelembagaan secara profesional yang menganut prinsip-prinsip tata kelola perguruan tinggi yang baik
(Statuta lembaga/unit kerja) 


Meningkatkan pelayanan kesejahteraan mahasiswa, pelayanan akademik, dan
Konseling
(Statuta lembaga/unit kerja) 


Melaksanakan kegiatan bimbingan (Statuta lembaga/unit kerja) 


-      Memberikan bimbingan akademik dalam penulisan skripsi;
-      Memberikan bimbingan akademik selaku penasehat akademik;
-      Memberi motivasi kepada mahasiswa yang dibimbing agar fokus terhadap studi.



Formulir 1
Rancangan Aktualisasi Nilai-nilai Dasar Profesi Aparatur Sipil Negara



No.
Kegiatan
Nilai Dasar dan Indikator
Uraian Pelaksanaan Kegiatan
(1)
(2)
(3)
(4)
1
Membuat soal ujian akhir semester (UAS)
Akuntabilitas
(Tanggung jawab, kejelasan, konsistensi)

Nasionalisme
(Nilai ketuhanan, nilai ke-bhineka-an)

Anti Korupsi
(Jujur, mandiri)
Pembuatan soal didasarkan atas instruksi unit kerja kepada dosen. Dalam membuat soal saya menuliskan beberapa instruksi petunjuk pengerjaan soal. Pertama, “mulailah mengerjakan soal dengan berdo’a”. Kedua, “kerjakanlah soal secara jujur dan tidak bekerja sama dengan peserta ujian yang lainnya”.
Soal dibuat dengan menggunakan Bahasa Indonesia yang baik dan benar. Materi soal diambilkan dari materi pembahasan sesuai dengan Satuan Acara Perkualiahan yang telah dibuat sebelumnya.
Soal yang telah dibuat selanjutnya akan diserahkan ke Koordinator Program Studi selaku unit yang mengkoordinir pelaksanaan ujian akhir semester.
2
Mengawas pelaksanaan UAS
Etika publik
(menjalankan tugas secara profesional, menciptakan lingkungan yang non diskriminatif)

Anti Korupsi
(jujur, disiplin)
Pelaksanaan ujian dimulai dan diakhiri sesuai alokasi waktu yang disediakan. Sebelum ujian dimulai, saya menginstruksikan kepada mahasiswa untuk menempati tempat duduk sesuai dengan nomor peserta ujian. Selanjutnya membacakan tata tertib ujian.
Sebelum soal ujian didistribusikan kepada peserta ujian, saya memperlihatkan kepada peserta bahwa amplop soal masih dalam keadaan utuh dan belum dibuka. Setelah soal dibagikan, peserta ujian diperintahkan membaca petunjuk soal terlebih dahulu.
Dalam pengawasan ujian saya tidak membolehkan ada yang mencontek, melihat buku dan bekerja sama dalam mengerjakan soal dan perbuatan curang lainnya yang tidak sesuai dengan peraturan ujian yang telah dikeluarkan bagian akademik. karena itu tidak sesuai dengan nilai amanah, tanggung jawab dan menyalahi profesionalitas selaku yang ditugaskan dalam pengawasan ujian.
Lembar jawaban yang dikumpulkan peserta selanjutnya dihitung sesuai jumlah peserta yang hadir dan selanjutnya menyerahkan berkas hasil ujian dan berita acara pelaksanaan ujian kepada koordinator program studi.
3
Mengoreksi hasil UAS
Akuntabilitas
(integritas, konsistensi)

Anti Korupsi
(jujur)
Hasil UAS yang telah diujikan selanjutnya diperiksa dengan teliti dan benar tanpa membedakan mahasiswa berdasarkan suku, ras dan identitas lainnya. Jawaban yang benar adalah jawaban yang sesuai dengan tuntutan/ pertanyaan pada lembaran soal.

4
Memberi nilai final
Anti Korupsi
(jujur, disiplin)

Akuntabilitas
(tanggung jawab, transparan, konsistensi)

Memberikan nilai akhir dengan mengakumulasikan nilai quiz, nilai tugas, nilai ujian tengah semester (UTS) dan nilai UAS. Dalam pengakumulasian nilai saya mempedomani aturan penilaian yang dikeluarkan oleh prodi yaitu 10% quiz, 25% UTS, 25% tugas dan 40% UAS.
Lembaran penilaian selanjutnya digandakan dan diserahkan kepada koordinator program studi tepat pada waktunya.

5
Koordinasi dosen al-Qur’an dan Tafsir untuk persiapan semester ganjil
Nasionalisme
(nilai musyawarah)

Komitmen Mutu
(inovasi, berorientasi mutu dan komitmen)
Rapat koordinasi ini dilakukan sebelum perkuliahan semester berikutnya dilaksanakan. Tujuan rapat ini diadakan adalah dalam rangka memusyawarahkan rencana pembelajaran pada semeseter ganjil yang akan dihadapi.
Dalam rapat dibahas di antaranya a)sebaran mata kuliah yang akan keluar pada semester ganjil T.A. 2015-2016; b) tujuan instruksional khusus dari mata kuliah; c) rancangan tema besar untuk selanjutnya disusun menjadi silabus sesuai dengan ketentuan kurikulum akademik.
6
Membuat Satuan Acara Perkuliahan SAP semester ganjil
Akuntabilitas
(Tanggung jawab, dan konsistensi)

Komitmen Mutu
(efektifitas, berorientasi mutu dan komitmen)
Penyusunan SAP adalah sebagai bentuk tanggung jawab dan komitmen dari penyusunan silabus. Penyusunannya dilakukan dengan mempertimbangkan jumlah tatap muka (pertemuan) per SKS. SAP akan menjadi acuan pada setiap tatap muka. SAP juga diberikan kepada mahasiswa di awal perkuliahan sebagai pedoman pembelajran bagi mahasiswa. Hal ini bertujuan agar target materi perkuliahan pada silabus dapat tercapai dan kebutuhan materi ajar terpenuhi dengan standar yang berkualitas.
7
Melakukan pembimbingan skripsi
Etika Publik
(menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak, memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur)

Komitmen mutu
(efektifitas/ tercapainya target, berorientasi pada mutu, berfikir kreatif)

Anti Korupsi
(mencegah gratifikasi)
Melayani bimbingan skripsi secara profesional dan bertanggung jawab yaitu di kampus, tidak di luar kampus, apalagi ke rumah. Hal ini dalam rangka mencegah budaya tidak baik berupa membawa atau memberikan sesuatu kepada dosen pembimbing.
Bimbingan dilakukan dengan membaca, mengoreksi, mengarahkan dan memberi masukan untuk perbaikan skripsi. Skripsi yang sudah diperbaiki selanjutnya ditandatangani oleh pembimbing untuk dilanjutkan ke tahapan berikutnya.
Dalam membimbing skripisi juga disampaikan motivasi kepada mahasiswa untuk tatap semangat menjalani proses penyelesaian skripsi dengan harapan skripsinya selesai dan dapat menyelesaikan studi sesuai waktu yang ditergetkan. Motivasi juga diberikan agar tidak berpuas diri dengan hasil yang dicapai sehingga mau berupaya mengembangkan kreatifitas keilmuan, termasuk motivasi untuk melanjutkan studi ke jenjang berikutnya.
8
Melakukan pembimbingan akademis
Etika Publik
(menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak,  Meningkatkan efektifitas)

Nasionalisme
(nilai keadilan)
Memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk fokus pada studi dan mempersiapkan diri secara maksimal untuk melaksanakan ujian. Saya juga akan menjelaskan kepada mahasiswa bahwa hasil belajar akan menjadi indeks prestasi mahasiswa untuk semester ini dan secara otomatis juga mempengaruhi jumlah SKS yang dapat diambil per semester yang akan datang.
Menjelaskan jika jumlah SKS yang diambil sesuai ketentuan standar dapat membantu mahasiswa selesai kuliah tepat waktu (8 semester).


Formulir 2
Teknik Aktualisasi Nilai-nilai Dasar Profesi Aparatur Sipil Negara



No
Nilai Dasar dan Teknik Aktualisasi
Uraian Penggunaan Teknik Aktualisasi Nilai Dasar dan
Manfaatnya Bagi Pihak Lain dan Perwujudan Visi Organisasi
(1)
(2)
(3)
1
Akuntabilitas
(Tanggung jawab, kejelasan, konsistensi)

Nasionalisme
(Nilai ketuhanan, nilai ke-bhineka-an)

Anti Korupsi
(Jujur, mandiri)
Nilai dasar ANEKA yang akan diaktulisasikan adalah akuntabilitas, nasionalisme dan anti korupsi melalui kegiatan membuat soal ujian akhir semester.

Indikator nilai dasar akuntabilitas yang akan diterapkan dalam pembuatan soal adalah tanggung jawab, kejelasan dan konsistensi. Cara yang digunakan dalam mengaktualisasikan nilai dasar akuntabilitas adalah dengan melaksanakan tanggung jawab dosen dalam membuat soal. Membuat soal adalah sebagai tanggungjawab dan dedikasi terhadap tugas pendidikan dan pengajaran. Tanggung jawab itu tidak hanya berupa mengajar di dalam kelas saja, tapi sampai kepada melaksanakan evaluasi kegiatan pembelajaran yang dimulai dengan membuat soal. Soal yang dibuat juga harus jelas dan sejalan dengan materi yang tertuang dalam SAP dan telah dipelajari dalam tatap muka perkuliahan. Inilah sebagai upaya mewujudkan nilai dasar kejelasan dan konsistensi dalam pembuatan soal.

Indikator nilai dasar nasionalisme adalah adanya nilai-nilai pancasila yaitu nilai ketuhanan dan nilai ke-bhineka-an. Perwaujudan nilai itu adalah berupa adanya petunjuk soal yang meminta peserta ujian untuk berdoa sebelum melaksanakan ujian. Nilai ke-bhineka-an diwujudkan dengan membuat soal dengan Bahasa Indonesia yang baik dan benar, bukan menggunakan bahasa daerah atau bahasa asing yang belum terserap ke dalam Bahasa Indonesia.

Indikator nilai anti korupsi dalam pembuatan soal ini adalah dengan instruksi soal “kerjakanlah soal secara jujur dan tidak bekerja sama dengan peserta ujian yang lainnya” maka diharapkan adanya kesadaran mahasiswa untuk berlaku jujur dalam pelaksanaan ujian serta tidak tergantung kepada perbuatan curang dalam ujian seperti mencontek dan bekerja sama dengan peserta ujian yang lain.

Analisis dampak
Jika kegiatan ini tidak dilakukan, maka tentunya pelaksanaan ujian tidak dapat berjalan sebagaimana mestinya. Jika dalam pembuatan soal tidak diaktualisasi nilai-nilai dasar di atas, maka akan ada banyak kemungkinan yang terjadi. Di antara kemungkinan itu adalah: a) tidak terselenggaranya ujian sesuai dengan ketentuan yang berlaku dikarenakan tidak ada tanggung jawab dari dosen untuk mengevaluasi pembelajaran; b) tanpa adanya instruksi memulai ujian dengan berdo’a memungkinkan tidak maksimalnya internalisasi nilai-nilai ketuhanan dalam pelaksanaan ujian; c)jika tidak ada penegasan dari dosen pembuat soal untuk jujur dan tidak berbuat curang dalam melaksanakan ujian, maka membuka peluang untuk mentolerir kecurangan dalam pelaksanaan ujian; d) mengikis semangat nasionalisme dengan mengurangi semangat nasionalisme.
2
Etika publik
(menjalankan tugas secara profesional, menciptakan lingkungan yang non diskriminatif)

Anti Korupsi
(jujur, disiplin)
Bentuk kegiatan pada bagian ini adalah mengawas ujian akhir semester dengan mengaktualisasikan nilai dasar etika publik dan anti korupsi.

Tekhnik aktualisasi nilai dasar etika publik berupa menjalankan tugas mengawasi ujian secara profesional, tanpa membeda-bedakan peserta ujian berdasarkan identitas apapun.
Pelaksanaan ujian dimulai dan diakhiri sesuai alokasi waktu yang disediakan. Sebelum ujian dimulai, saya menginstruksikan kepada mahasiswa untuk menempati tempat duduk sesuai dengan nomor peserta ujian. Selanjutnya membacakan tata tertib ujian. Jika ada pelanggaran terhadap aturan dan tata tertib ujian maka akan ditindak sesuai ketentuan yang sudah termuat dalam tata tertib ujian. Ini juga sebagai bentuk kedisiplinan dalam bertindak. Di sini juga dituntut aktualisasi nilai kejujuran mahasiswa dalam melaksanakan ujian.

Sebelum soal ujian didistribusikan kepada peserta ujian, saya memperlihatkan kepada peserta bahwa amplop soal masih dalam keadaan utuh dan belum dibuka. Ini bentujuan untuk membuktikan kepada mahasisiwa nilai kejujuran pengawas bahwa soal masih utuh dan tidak bocor. Setelah soal dibagikan, peserta ujian diperintahkan membaca petunjuk soal terlebih dahulu.

Dalam pengawasan ujian saya tidak membolehkan ada yang mencontek, melihat buku dan bekerja sama dalam mengerjakan soal dan perbuatan curang lainnya yang tidak sesuai dengan peraturan ujian yang telah dikeluarkan bagian akademik. karena itu tidak sesuai dengan nilai amanah, tanggung jawab dan menyalahi profesionalitas selaku yang ditugaskan dalam pengawasan ujian.

Analisis dampak
Pengawasan ujian tidak hanya bermanfaat bagi dosen pengampu mata kuliah, tapi juga berdampak luas untuk jajaran ke atas seperti prodi, jurusan dan pada akhirnya akan memperkuat upaya pencapaian misi ..............(nama lembaga/unit kerja) yaitu mengembangkan sumber daya manusia berlandaskan nilai-nilai keislaman dan berpartisipasi aktif membangun masyarakat yang mandiri dan mempunyai daya saing dalam menjawab tuntutan zaman.

Jika kegiatan ini tidak dilaksanakan dengan aktualisasi nilai-nilai dasar di atas, maka akan lahir generasi yang curang, tidak jujur dan pada akhirnya bermuara kepada generasi yang berpotensi untuk bermental korup. Karena upaya pencegahan anti korupsi harus dimulai dari sejak dini.

Kaitannya dengan nilai dasar etika publik adalah kendatipun pengawasan ujian itu adalah dalam rangka mengontrol perjalanan sistem evaluasi pembelajaran, namun tetap perlu dilakukan dengan memperhatikan aspek etis. Jika pengawas tidak mengaktualisasikan nilai-nilai dasar profesional dan non diskriminatif dalam pelayanan, maka bisa jadi akan muncul gejolak lain atau juga dapat menghilangkan keteladanan pengawas selaku dosen yang menjunjung etika publik.
3
Akuntabilitas
(integritas, konsistensi)

Anti Korupsi
(jujur)
Nilai dasar ANEKA yang akan diaktulisasikan adalah akuntabilitas dan anti korupsi melalui kegiatan mengoreksi hasil ujian akhir semester.

Teknik aktualisasi nilai dasar akuntabilitas dengan menghindari unsur subjektifitas yang dipengaruhi oleh aspek lain dalam memeriksa ujian. Sebelum memeriksa lembar jawaban mahasiswa perlu dibuatkan kunci jawaban dan penentuan skor penilaian. Dua hal ini bertujuan menghindari kesalahan dalam pemeriksaan ujian sekaligus agar ada konsistensi penilaian. Lembar jawaban mahasiswa diberi kode dengan angka dan identitas peserta ujian digunting dan diberi kode angka. Pemberian angka dilakukan secara acak. Selaku dosen yang memeriksa ujian, saya tidak akan mengetahui lembar jawaban siapa yang sedang saya periksa. Ini untuk mempertahankan integritas saya selaku dosen yang akuntabel dan tidak terpengaruh oleh unsur-unsur subjektifitas. Hal itu diberlakukan untuk semua peserta secara konsisten. Dosen juga berusaha menuntaskan pemeriksaan ujian dalam satu waktu tanpa memberi jeda yang terlalu lama guna menghindari ambigiusitas dalam pemeriksaan dan penilaian. Lembar jawaban yang diperiksa diberi nilai secara jujur apa adanya. Jika seorang mahasiswa mendapat nilai tinggi, maka tidak akan dikurangi. Sebaliknya, terhadap mahasiswa yang mendapat nilai rendah juga tidak akan dinaikkan nilainya.

Analisi dampak
Teknik mengoreksi ujian di atas akan memberikan dampak terhadap nilai dasar akuntabilitas. Jika teknik di atas tidak dilaksanakan, maka akan terjadi inkonsistensi dalam penilain dan hasil penilaian tidak bisa dipertanggungjawabkan yang juga menurunkan tingkat integritas dosen. Akibat negatif ini tidak hanya berdampak bagi dosen, tapi juga akan memberi citra negatif kepada lembaga.
4
Anti Korupsi
(jujur, disiplin)

Akuntabilitas
(tanggung jawab, transparan, konsistensi)

Nilai dasar ANEKA yang akan diaktulisasikan adalah anti korupsi dan akuntabilitas melalui kegiatan memberi nilai final.

Teknik yang digunakan dalam aktualisasi nilai dasar ini adalah kejujuran dosen dalam menginput dan mengakumulasikan semua aspek penilaian secara jujur dan transparan. Menurut ketentuan penilaian akhir yang dikeluarkan unit kerja bahwa nilai akhir adalah akumulasi beberapa aspek penilaian dengan persentase tertentu, 10% dari quiz, 25% dari UTS, 25% dari tugas dan 40% UAS. Dengan sistem penjumlahan nilai tersebut terwujud upaya transparansi dalam penilaian.

Lembaran penilaian selanjutnya digandakan dan diserahkan kepada koordinator program studi sesuai dengan waktu yang telah ditentukan tanpa mengulurnya sebagai bentuk tanggung jawab dan kedisiplinan dosen terhadap tugasnya.

Analisis dampak
Pemberian nilai akhir dengan menggunakan ketentuan di atas akan berdampak pada transparansi penilaian dan berjalannya sistem dengan baik. Jika hal itu tidak dilakukan akan memunculkan efek domina di antaranya berdampak pada sembrautnya tata penilaian, lambatnya proses pengeluaran kartu hasil studi (KHS) mahasiswa, terhalangnya akuntabilitas dalam menerapkan ketentuan pengisian KRS mahasiswa berdasarkan KHS.
5
Nasionalisme
(nilai musyawarah)

Komitmen Mutu
(inovasi, berorientasi mutu dan komitmen)
Nilai dasar ANEKA yang akan diaktulisasikan adalah nasionalisme dan komitmen mutu melalui kegiatan rapat koordinasi dosen al-qur’an dan tafsir.

Teknik yang digunakan dalam aktualisasi nilai dasar ini adalah dengan bermusyawarah dengan dosen lain yang serumpun dalam bidang keahlian al-qur’an dan tafsir. Musyawarah untuk membahas a)sebaran mata kuliah yang akan keluar pada semester ganjil T.A. 2015-2016; b) menentukan tujuan instruksional khusus dari mata kuliah tersebut; c) merancang tema besar untuk selanjutnya disusun menjadi silabus sesuai dengan ketentuan kurikulum akademik.
Memusyawarahkan hal di atas ditujukan agar orientasi kepada mutu dan kualitas yang baik dimulai dari perencanaan. Ini sebuah inovasi dalam perencanaan pembelajaran. Harapan yang besar mesti dimulai dengan perencanaan yang dilakukan dengan komitmen bersama, tidak bisa secara sendiri.

Analisis dampak
Dari kegiatan ini diharapkan matangnya perencanaan pembelajaran yang dilakukan oleh dosen. Perencanaan pembelajaran yang dimusyawarahkan bersama akan berbeda hasilnya dengan perencanaan pembelajaran dilakukan secara individu dan terpisah. Dampak negatif jika tidak mengadakan musyawarah ini adalah tidak adanya keselarasan silabus dan tema pembelajaran antara masing-masing dosen. Sehingga setiap dosen mengembangkan cara dan metodenya sendiri-sendiri tanpa ada kesatuan tujuan instruksional khusus sebuah mata kuliah. Hal ini akan bermuara inkonsistensi lembaga dalam pembelajaran sebuah mata kuliah.
6
Komitmen Mutu
(efektifitas, berorientasi mutu dan komitmen)

Akuntabilitas
(Tanggung jawab, dan konsistensi)


Nilai dasar ANEKA yang akan diaktulisasikan adalah akuntabilitas dan komitmen mutu melalui kegiatan pembuatan SAP untuk mata kuliah semester berikutnya.

Teknik yang digunakan dalam menyusun SAP adalah dengan merujuk silabus yang telah dibuat. Ini bertujuan agar ada keselarasan antara silabus dan jumlah tatap muka/ pertemuan mata kuliah. SAP akan menjadi acuan pada setiap tatap muka. Lebih lanjut dengan adanya SAP ini target materi perkuliahan pada silabus dapat tercapai dan kebutuhan materi ajar terpenuhi dengan standar yang berkualitas

Analisis Dampak
Tanpa adanya SAP, sulit untuk memperkirakan alokasi waktu untuk sebuah materi. Ini berdampak pada tidak tertata dengan baik proses pembelajaran. Ketiak proses pembelajaran tidak tertata dengan baik, maka mutu pendidikan akan menurun. Ketika pendidikan tidak memiliki kualitas, susah untuk mewujudkan tujuan ..............(nama lembaga/unit kerja) yaitu “Mengembangkan dan menyebarluaskan ilmu pengetahuan yang Islami melalui kegiatan pendidikan dan penelitian, serta mengupayakan penggunaannya untuk meningkatkan taraf hidup masyarakat dan memperkaya kebudayaan nasional”
7
Etika Publik
(menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak, memelihara dan menjunjung tinggi standar etika luhur)

Komitmen mutu
(efektifitas/ tercapainya target, berorientasi pada mutu, berfikir kreatif)

Anti Korupsi
(mencegah gratifikasi)
Nilai dasar ANEKA yang akan diaktulisasikan adalah etika publik, komitmen mutu dan anti korupsi melalui kegiatan bimbingan skripsi.

Dalam membimbing skripsi saya berlaku secara profesional karena ini adalah tanggung jawab selaku dosen pembimbing yang ditunjuk lembaga. Bimbingan dilakukan dengan menjunjung nilai dasar etika yaitu melakukan bimbingan di kampus, tidak di luar kampus, apalagi ke rumah. Hal ini dalam rangka mencegah budaya tidak baik berupa membawa atau memberikan sesuatu kepada dosen pembimbing. Karena itu membuka peluang untuk memberi gratifikasi kepada dosen. Grativikasi bertentangan dengan nilai anti korupsi.
Bimbingan dilakukan dengan membaca, mengoreksi, mengarahkan dan memberi masukan untuk perbaikan skripsi. Harapannya adalah tercapainya tujuan penulisan skripsi sesuai dengan batasan masalah/ fokus penelitian yang dikaji.
Dalam membimbing skripisi juga disampaikan motivasi kepada mahasiswa untuk tatap semangat menjalani proses penyelesaian skripsi dengan harapan skripsinya selesai dan dapat menyelesaikan studi sesuai waktu yang ditergetkan. Motivasi juga diberikan agar tidak berpuas diri dengan hasil yang dicapai sehingga mau berupaya mengembangkan kreatifitas keilmuan, termasuk motivasi untuk melanjutkan studi ke jenjang berikutnya.

Analisis dampak
Kalau tidak dilaksanakan bimbingan skripsi, maka akan ada sub-sistem lain yang tidak akan berjalan di antaranya lambatnya proses penyelesaian studi mahasiswa yang bermuara kepada buruknya citra kampus di mata publik dengan banyaknya mahasiswa yang telat tamat.
Seandainya bimbingan dilakukan tanpa teknik di atas maka membuka peluang untuk terciptanya lulusan yang tidak berkualitas, tidak kreatif dan kalaupun tamat, mereka tidak mampu berkarya setelah tamat dari kuliah. Akhirnya, menjadi preseden buruk bagi citra alumni ..............(nama lembaga/unit kerja).
8
Etika Publik
(menjalankan tugas secara profesional dan tidak berpihak,  melayani dengan jujur, tanggap, tepat, cepat, santun. menghargai komunikasi, konsultasi. Meningkatkan efektifitas)

Nasionalisme
(nilai keadilan)
Nilai dasar ANEKA yang akan diaktulisasikan adalah etika publik melalui kegiatan bimbingan akademis.

Membimbing adalah melayani. Bimbingan yang baik tidak akan terwujud tanpa adanya layanan yang prima. Pelayanan bimbingan akademik dilakukan bukan hanya untuk keperluan mahasiswa mengisi KRS saja. Lebih dari itu, bimbingan dilakukan dengan memberikan motivasi kepada mahasiswa untuk fokus pada studi dan mempersiapkan diri secara maksimal untuk melaksanakan ujian semester genap. Saya juga akan menjelaskan kepada mahasiswa bahwa hasil belajar akan diakumulasi menjadi indeks prestasi mahasiswa untuk semester ini dan secara otomatis juga mempengaruhi jumlah SKS yang dapat diambil per semester yang akan datang. Saya menjelaskan jika jumlah SKS yang diambil sesuai ketentuan standar dapat membantu mahasiswa selesai kuliah tepat waktu.
Bimbingan juga dilakukan sebagai bentuk konsultasi akademis mahasiswa secara keseluruhan. Antara beberapa mahasiswa yang dibimbing tidak dibeda-bedakan berdasarkan identitas apapun yang melekat pada dirinya.

Analisis dampak
Apabila langkah-langkah di atas tidak saya lakukan maka kemungkinan mahasiswa yang dibawah bimbingan saya tidak mengetahui  tentang ketentuan jumlah SKS yang dapat diambil pada setiap semester dengan mengacu pada hasil KHS semester sebelumnya sehingga mahasiswa bisa saja tidak selesai kuliah 8 semester jika nilai KHS-nya selalu menurun.
Dampak lain jika bimbingan tidak dilakukan dengan menjunjung tinggi etika bahwa mahasiswa mungkin tidak akan mau bertemu dengan dosen untuk mengisi KRS. Lebih jauh mereka bisa saja memanipulasi data KRS untuk dapat mengikuti perkuliahan pada semsester yang akan datang.



Baca Juga

Bagikan Ke Sosial Media :

0 komentar:

Boleh Berpendapat Kok

Bagaimana Pendapat Anda..?

POPULER SAAT INI

Tiang Gantungan Sampah: Solusi Untuk Sampah Rumah Tangga

INGAT WAKTU SHALAT

KALENDER HIJRIYAH


 
Copyright © 2013. بسم الله الرحمن الرحيم - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger
Terima Kasih Sudah Berkunjung
Yang Menarik Lainnya close button minimize button maximize button