Bukan Baju Lebaran Biasa

Kita sudah sampai di penghujung Ramadhan. Setelah ini Insya Allah kita akan berhari raya. Kita salat Idul Fithri dan bersilaturahim dengan sesama muslim. Di antara tradisi tahunan bagi mayoritas ummat Islam di negeri kita ini adalah beraya atau berlebaran dengan pakaian baru.

Baju baru untuk lebaran tidak hanya diminati oleh anak-anak, tapi orang dewasa pun ikut dengan tradisi memakai baju baru untuk hari lebaran. Tidak hanya baju, tapi juga celana, alas kaki. Bahkan pakaian pergi salat Id seperti sarung, baju gunting cina dan kopiah juga diperbarui.

Lihatlah ke pasar, atau pusat perbelanjaan. Ummat Islam tumpah ruah di sana. Tidak jarang diskon besar-besaran disengaja oleh pihak toko. Walaupun sebenarnya mereka sudah mempersiapkan stok untuk dihabiskan pada masa sebelum lebaran. Untuk inilah mungkin di antara alasan mengapa lebaran harus pakai tunjangan yang disebut THR.

Tidak ada yang salah dengan tradisi berpakaian baru di hari raya. Jika dengan baju baru yang indah dan bersih itu kita bisa berhari raya, maka ada nilai pahala yang kita dapatkan. Karena Islam sangat mencintai keindahan. Dengan semangat berbelanja lebaran ternyata mampu mendongkrak ekonomi masyarakat terutama para pedagang. Mereka rela tidak pulang kampung demi berjualan menjelang lebaran. Karena bagi mereka berjualan sebelum lebaran adalah "hari raya"-nya para pedagang.

Namun sebagian kita ummat Islam masih terpaku memaknai pakaian hari raya dengan pakaian fisik dan jasmani tanpa memaknainya dengan pakaian rohani. Dalam bahasa Arab, pakaian biasa disebut dengan  (لباس) libas. Kata ini pernah disebutkan Allah dalam Surah Al-A'raf ayat 26

يَا بَنِي آدَمَ قَدْ أَنزَلْنَا عَلَيْكُمْ لِبَاسًا يُوَارِي سَوْآتِكُمْ وَرِيشًا ۖ وَلِبَاسُ التَّقْوَىٰ ذَٰلِكَ خَيْرٌ ۚ ذَٰلِكَ مِنْ آيَاتِ اللَّهِ لَعَلَّهُمْ يَذَّكَّرُونَ
Hai anak Adam, sesungguhnya Kami telah menurunkan kepadamu pakaian untuk menutup auratmu dan pakaian indah untuk perhiasan. Dan pakaian takwa itulah yang paling baik. Yang demikian itu adalah sebahagian dari tanda-tanda kekuasaan Allah, mudah-mudahan mereka selalu ingat.

Allah menyebutkan pakaian yang paling baik adalah takwa. Maka menjadi penting bagi setiap orang yang telah menyediakan pakaian baru untuk lebaran untuk juga menyiapkan pakaian takwa bagi dirinya. Pakaian takwa itulah yang senantiasa di pakai baik saat lebaran maupun di luar lebaran. Bagi yang belum sempat membeli pakaian baru untum lebaran, tidak usah bersedih. Karena sebaik-baik pakaian yang Allah sebut dalam Alquran adalah takwa.

Kita yang berpuasa di bulan Ramadhan dengan didasari iman dan penuh keihklasan tentunya yang paling pantas diwisuda di hari raya dengan sebutan/ yudisium takwa. Ujung ayat perintah puasa menyebutkan لعلكم تتقون (agar kamu menjadi pribadi yang bertakwa).

Kenakanlah pakaian terindahmu untuk jasmanimu di hari raya, tapi jangan lupakan pakaian rohanimu. Karena sesungguhnya kamu bukanlah makhluk yang hanya dikenal dengan fisik dan jasmanimu, tapi lebih dari itu kamu adalah makhluk yang dilebihkan atas makhluk yang lain berupa rohani. Maka beri juga pakaian takwa untuk rohanimu.

Selamat (menyambut) Idul Fitri. Semoga ibadah dan amal saleh kita diterima Allah. Semoga Allah ampuni dosa-dosa kita. Kami sekeluarga juga mohon maaf kepada semua jamaah dan pembaca semua atas segala salah dan khilaf. Semoga kita benar-benar menjadi pribadi yang bertakwa. Aamiin. Takengon, 29 Ramadhan 1439 H. Wassalamu Alaikum Warahmatullahi wabarakatuh.

Share this:

Post a Comment

 
  • Contact Us | Site Map | TOS | Privacy Policy | Disclaimer
  • Copyright © Bismi Rabb. Template by OddThemes