Showing posts with label Urang Minang. Show all posts
Showing posts with label Urang Minang. Show all posts

Gol Dari Titik Putih

11:46 AM

Saya penikmat pertandingan sepak bola di televisi. Tadi Malam (Senin, 28/10), pertandingan yang saya saksikan di layar kaca adalah antara Persib Bandung kontra Persija Jakarta dengan skor 2-0 untuk kemenangan Persib dilanjutkan dengan Arema FC kontra Semen Padang (SP) dengan skor 1-0 untuk kemenangan tim tuan rumah. Hasil akhir dari pertandingan itu tidak menambah poin kedua tim tamu. Persija 24 poin dan Semen padang 22 poin.

Dari pertandingan terakhir ini saya merasa kasihan dengan tim tamu yang sudah tiga kali mengalami kekalahan beruntun setelah sebelumnya selalu mendapat poin untuk berusaha bangkit dari dasar klasemen.

Semua pihak tentu harus menghormati keputusan wasit dan menerima hasil pertandingan apa adanya. Namun dari beberapa kasus hukuman tendangan penalti yang ada di liga 1, agaknya paling banyak diberikan kepada tim tamu. Tentu ini menjadi keuntungan tersendiri bagi tim tuan rumah.

Dari pertandingan sebulan terakhir sejak tanggal 29 September 2019 sampai pertandingan tadi malam 28 Oktober 2019, ada 11 pertandingan yang diwarnai dengan gol dari titik putih. Dari 11 pertandingan itu hanya ada satu tim tamu yang mencetak gol dari hukuman tendangan pinalti yaitu tim Persebaya Surabaya ketika dijamu tim Persib Bandung. Selebihnya, sebanyak 10 kali gol tercipta dari hukuman tendangan pinalti diterima oleh tim tamu.

Tulisan ini mungkin bisa jadi evaluasi tersendiri bagi tim yang akan berlaga di liga untuk lebih berhati-hati ketika menghadapi serangan tim lawan. Juga bisa menjadi evaluasi bagi penyelenggara pertandingan.


Gambar: WikiHow
Berikut ini 10 gol dari titik putik yang berkontribusi pada kemenangan tim tuan rumah. 

Pertama, pertandingan tanggal 29 September 2019 antara Bali United dengan Kalteng Putra dengan skor akhir 2-1 untuk kemenangan tim tuan rumah. Sebelumnya skor imbang 1-1 sampai ada gol dari titik putih pada menit ke 36. Skor itu bertahan sampai akhir pertandingan.

Kedua, pertandingan tanggal 2 Oktober 2019 antara Persipura Jayapura dengan TR-Kabo dengan skor akhir 3-0 untuk kemenangan tim tuan rumah. Gol pinalti terjadi pada masa tambahan waktu yaitu menit 90+1.

Ketiga, pertandingan tanggal 5 Oktober 2019 antara Madura United dengan Persib Bandung dengan skor akhir 2-1 untuk kemenangan tim tuan rumah. Sebelumnya skor imbang 1-1 sampai ada gol dari titik putih pada menit ke 64. Skor itu bertahan sampai akhir pertandingan.

Keempat, pertandingan tanggal 16 Oktober 2019 antara PSM Makassar dengan Arema FC dengan skor akhir 6-2 untuk kemenangan tim tuan rumah. Gol pinalti mengubah skor menjadi 3-1 pada menit ke 38.

Kelima, masih pada pertandingan tanggal 16 Oktober 2019 antara Persija Jakarta dengan Semen Padang dengan skor akhir 1-2 untuk kemenangan tim tamu. Sebelumnya skor imbang 0-0 sampai ada gol dari titik putih pada menit ke 16 oleh tim tuan rumah. Skor 1-0 itu bertahan sampai paruh pertama pertandingan. Namun skor berubah menjadi 1-2 pada paruh kedua sehingga membuahkan kemenangan untuk tim tamu.

Keenam, pertandingan tanggal 18 Oktober 2019 antara Barito Putra dengan Perseru dengan skor akhir 4-1 untuk kemenangan tim tuan rumah. Sebelumnya skor imbang 0-0 sampai ada gol dari titik putih pada menit ke 10 yang mengubah skor menjadi 1-0.

Ketujuh, pertandingan tanggal 24 Oktober 2019 antara PSM Makassar dengan Madura United dengan skor akhir 1-0 untuk kemenangan tim tuan rumah. Sebelumnya skor imbang 0-0 sampai ada gol dari titik putih pada menit ke 58. Skor 1-0 bertahan sampai akhir pertandingan.

Kedelapan, pertandingan tanggal 27 Oktober 2019 antara Kalteng Putra dengan Persela dengan skor akhir 2-0 untuk kemenangan tim tuan rumah. Sebelumnya skor imbang 0-0 sampai ada gol pembuka dari titik putih pada menit ke 28.

Kesembilan, masih pertandingan tanggal 27 Oktober 2019 tapi antara Bali United dengan Barito Putra dengan skor akhir 3-2 untuk kemenangan tim tuan rumah. Sebelumnya tim tuan rumah tertinggal 0-1 sampai ada gol dari titik putih pada menit ke 14.

Terakhir, pertandingan tanggal 28 Oktober 2019 antara Arema FC dengan Semen Padang dengan skor akhir 1-0 untuk kemenangan tim tuan rumah. Sebelumnya skor imbang 0-0 sampai ada gol dari titik putih pada menit ke 79. Skor itu bertahan sampai akhir pertandingan.

Demikian komentar tentang gol kemenangan tim tuan rumah dari titik putih yang terjadi selama sebulan ini.

Data didapatkan dari rekapitulasi pertandingan di google. Tidak ditemukan data yang menyebutkan jenis pelanggaran apa yang dilakukan oleh tim tamu.

Sebagai informasi tambahan, saya orang Sumatera Barat (Sumbar). Tentu senang melihat tim Sumbar seperti SP berlaga. Namun, rasa iba muncul ketika kekalahan di paruh akhir itu disebabkan oleh gol tunggal melalui eksekusi dari titik putih.

Mari Tangkal Budaya Luar Dengan Memperkuat Budaya Lokal

10:51 PM
Baralah tinggi si buruang tabang
Panek malayok kainggok juo
Banyak ragamnyo budayo datang
Budayo kito kambangkan juo

Darilah Solok nak ka salayo
Urang lah guguak pai ka pakan
Ambiak nan elok jadi pusako
Sado nan buruak kito pelokkan

Dindin badindin oi dindin badindin

Begitu bunyi potongan bait lagu dindin badindin yang biasa digunakan untuk mengiringi tari indang. Bait lagu berupa pantun nasehat itu menyampaikan pesan yang syarat makna. Mulai dari bagian sampirannya, terlebih bagian isinya.

Pada bagian isi pantun disebutkan perlunya tetap mengembangkan budaya asli kita. Tanpa menutup diri dengan perubahan yang datang dari luar, pantun ini juga mengatakan bahwa kebaikan yang datang dari luar dapat dijadikan budaya. Sedangkan bagian yang buruk dari pengaruh budaya luar perlu diperbaiki.

Pesatnya arus globalisasi dan komunikasi tidak dapat dipungkiri telah masuk ke daerah kita. Mulai dari anak muda sampai orang tua. Mulai dari kota sampai ke pelosok desa. Bahkan sampai ke telapak tanganpun arus globalisasi itu masuk melalui gadget. Duniapun ada dalam genggaman.

Tantangan dan pengaruh globalisasi tentunya tidak bisa dipungkiri. Di antaranya melalui globalisasi banyak sedikitnya masuk budaya luar yang bisa saja merusak tatanan dan nilai-nilai sosial budaya nusantara.
Gambar Latihan Silat Pemuda

Dalam rangka menepis budaya luar yang tidak baik, maka di antara pilihannya adalah dengan menghidupkan tradisi dan budaya asli kita sendiri. Mari kita ajarkan warisan budaya kita kepada anak dan generasi muda kita.

Tidak usah padamkan lampu orang. Cukup kuatkan cahaya lampu kita. Maka cahayanya akan lebih terang dibanding cahaya lampu orang. Jika memang tidak bisa menepis pesatnya arus globalisasi, maka perkuat budaya kita. Semoga dengan itu bisa ditangkal pengaruh negatif budaya luar. Mari dukung budaya nusantara!

Tak Tun Tuang, Tak Tong Tong dan Rebana

2:32 PM
Kemaren sore saya ditanya oleh seorang kawan apa arti tak tun tuang dalam bahasa Minang. Mendengar pertanyaan kawan ini saya teringat tiga hal. Pertama, lagu tak tun tuang yang sedang hits di beberapa daerah sampai ke mancanegara. Kedua, lagu tak tong tong kalamai jaguang yang saya pernah dengar waktu kecil. Ketiga, latihan kasidah rebana sewaktu sekolah menengah dengan menggunakan istilah tak tum tum tak tum tum.
Screen Shoot Tak Tun Tuang di Youtube
Fenomena lagu jenaka tak tun tuang yang dipopulerkan oleh gadis Minang bernama Upiak Isil saat ini populer di dunia maya dan banyak juga dinyanyikan di berbagai daerah di luar daerah asalnya dan bahkan juga dinyanyikan oleh orang yang berbahasa selain bahasa Minang.
Ketika ada kawan yang bertanya ke saya apa arti tak tun tuang dalam bahasa Minang, maka secara spontan saya jawab dengan lagu tak tong tong kalamai jaguang dan istilah tak tum tum tak tum tum.
Lagu tak tong tong kalamai jaguang adalah lagu Minang Klasik yang juga bisa ditemukan di youtube dengan berbagai versi. Lagu tak tong tong kalamai jaguang sendiri saya dengar sewaktu saya masih kecil. Tahun 1980-an saya sudah dengar nenek saya menyanyikan bait lagu tak tong tong kalamai jaguang untuk menghibur adik saya yang masih kecil. Jika generasi nenek saya—yang tidak kenal televisi dan radio apalagi internet seperti saat ini—bisa menyanyikan lagu tak tong tong kalamai jaguang, maka saya berasumsi bahwa lagu ini adalah lagu rakyat. Dalam pencarian youtube ditemukan bahwa versi lawas lagu ini dinyanyikan oleh Oslan Huseinseorang penyanyi dan aktor Indonesia asal Sumatera Barat era 50-an. Versi populer juga ada dinyanyikan oleh penyanyi yang lain seperti Misra Molai


Berkas:COLLECTIE TROPENMUSEUM Enkelvellige lijsttrom met rinkelschijven TMnr 1032-2.jpg
Rebana
Terakhir, istilah  tak tum tum tak tum tum adalah istilah yang digunakan saat latihan rebana. Tak digunakan untuk mewakili bunyi pukulan rebana di bagian pinggir dan tum digunakan untuk melafalkan bunyi pukulan rebana di bagian tengahnya. Rebana adalah alat musik tradisi melayu berupa gendang pipih dengan bingkai berupa lingkaran kayu. Bagian yang dipukul terbuat dari kulit kambing atau kulit sapi. Alat musik tradisional ini sampai saat ini masih digunakan oleh banyak orang dalam berbagai bentuk di antaranya sebagai pengiring lagu kasidah. Bahkan istilah kasidah terlanjur populer digandeng dengan kata rebana.


Kembali ke pertanyaan kawan saya tadi, apa arti tak tun tuang dalam bahasa Minang? Mungkin beberapa penjelasan di atas dapat membantu menjawabnya.

Di Mano Bumi Dipijak, Di Situ Langik Dijunjuang

10:35 PM
Di mano bumi dipijak, di situ langik dijunjuang.
Di mano sumua dikali, di situ aie disauak.
Di mano nagari dihuni, di sinan adat dipakai.

Pepatah adat ini mungkin sudah sering terdengar di telinga kita. Namun, pepatah adat ini sekarang mulai tergerus oleh nilai-nilai dan budaya yang datang dari luar seperti sifat siapa lu siapa gue atau sifat egois yang mementingkan diri sendiri dan tidak mau bermasyarakat, budaya hedonisme dan hilangnya nilai-nilai dan semangat gotong royong.

Agaknya, pepatah adat ini dapat siang dipatungkek, malam dipakalang. Karena pepatah ini mengajarkan kepada setiap anak Minangkabau untuk bisa menyesuaikan diri di manapun dia berada.

Satu di antara penyesuaian diri hidup bermasyarakat adalah pepatah hinggok mancakam tabang manumpu. Dalam konsep awalnya, pepatah ini biasa ditujukan untuk masuk dan bergabung dengan suatu kaum atau suku di Minangkabau. Contoh seorang laki-laki suku Bendang Melayu dari Kabupaten Tanah Datar menikah dengan seorang perempuan di Kabupaten Pesisir Selatan. Maka laki-laki suku Bendang Melayu ini harus mencari suku yang terdekat dengan suku asalnya di daerah Pesisir Selatan. Maka dilaksanakanlah proses adat diisi limbago dituang.

Bagi masyarakat urban Minangkabau yang tinggal di rantau, petuah itu masih tetap dipegang teguh. Aplikasinya agak sedikit berbeda. Di rantau sistem kekerabatan berdasarkan suku atau kaum bergeser menjadi sistem kekerabatan kelompok. Kelompok ini bisa dalam bentuk kelompok berdasarkan satu nagari, kelompok atas nama kecamatan atau kabupaten. Juga ada kelompok dalam bentuk kesamaan profesi atau pekerjaan. Apapun nama kelompoknya, pergeseran sistem kekerabatan itu kini menjadi sebuah kemestian. Karena kita makhluk sosial yang tidak bisa hidup sendiri.

Semen Padang atau Perseru Yang Terdegradasi?

11:01 AM

Seperti telah diprediksi sebelumnya, bahwa pada pertandingan pekan ke-33 Semen Padang FC (SP) tidak akan bisa meraih poin di Malang. SP menelan kekalahan telak 5-3 atas tuan rumah Arema FC. Sementara itu, beberapa jam sebelumnya di pertandingan lain, Perseru berhasil mengalahkan Borneo FC. Saat ini SP tertinggal 2 poin dari Perseru dan berada di zona degradasi. Nasib kedua klub ini akan ditentukan pada pertandingan pekan terakhir di pekan ke-34. 

Ulasan Pertandingan Pekan 33
SP tertinggal 5 gol dari Arema. Baru pada menit ke-79 SP berhasil memecah kebuntuan dengan gol dari Irsyad Maulana. Dalam durasi 6 menit, SP berhasil melesatkan 3 gol ke gawang Arema FC. Namun, di sisa waktu tersedia tidak ada lagi gol bertambah.

Beberapa jam sebelumnya di Serui, Perseru unggul tipis dengan skor 3-2 atas tamunya Pusamania Borneo FC. 5 gol tersebut terjadi di babak pertama. Perseru agaknya diuntungkan dengan strategi Borneo FC yang hanya membawa 13 pemain dari skuad cadangan yang mereka miliki. 11 Pemain inti tidak dibawa pada pertandingan melawan Perseru demi menjaga stamina pada pertandingan berikutnya melawan Persib.

Prediksi SP vs PS TNI
SP membawa misi harus menang jika ingin tetap bertahan di liga 1. Jika imbang atau kalah, maka SP tentu akan menemani Persiba dan Persegres di zona degradasi. Pada pertemuan paruh pertama di kandang PS TNI 30 Juli 2017, PS TNI menang 2-1 melawan SP. Namun, pada laga di Gor Haji Agus Salim Padang tanggal 26 Juni tahun lalu, SP berhasil menang 1-0 atas PS TNI. Sampai saat ini berada pada posisi 11 dengan raihan 42 poin.

5 Pertandingan Kandang terakhir SP hanya mampu 1 kali menang dan 1 kali imbang. Selebihnya kalah dengan skor 1-2. Berikut datanya
28/10/2017 vs Perseru menang 3-1
19/10/2017 vs Mitra Kukar kalah 1-2
06/10/2017 vs Madura United imbang 0-0
25/09/2017 vs Barito Putra kalah 1-2
15/09/2017 vs Bhayangkara FC kalah 1-2

Hal yang sama juga dialami oleh PS TNI dalam 5 pertandingan Tandang terakhir mereka. Tim ini meraih hasil 1 kali menang dan 1 kali imbang. Selebihnya kalah dengan margin 1 gol kecuali melawan Persija yang kalah 3 gol. Berikut datanya
28/10/2017 vs Persegres Gresik United menang 0-3
20/10/2017 vs Bali United kalah 2-1
14/10/2017 vs Arema imbang 1-1
30/09/2017 vs Persija kalah 4-1
22/09/2017 vs Persela kalah 1-0

Dari data di atas, kendatipun lebih banyak kalah pertandingan tandang, namun pada 4 pertandingan tandangnya PS TNI berhasil melesakkan gol ke gawan lawan. Sedangkan SP dari 5 laga kandang, hanya sekali yang tidak kebobolan.

Sementara Jika melihat perkembangan 5 pertandingan terakhir keseluruhan baik kandang dan tandang, SP hanya menang 1 kali dan selebihnya kalah. Sedangkan PS TNI meraih 3 kemenangan dan sisanya 1 kali kalah dan 1 kali seri pada 5 laga terakhir mereka.

Dari data-data di atas agak berat perjuangan SP untuk bisa menang. Kalaupun menang, kemungkinan masih kebobolan. Namun, pertandingan ini adalah upaya terakhir SP untuk keluar dari zona degradasi, maka tim ini akan tampil dengan semangat pantang menyerah. Terbukti, pada pertandingan melawan Perseru tim ini mampu menang dengan semangat dan motifasi yang tinggi waktu itu serta dibantu oleh merahnya stadion.

Pada laga terakhir ini panitia penyelenggara kembali bermaksud memeriahkan dan memerahkan stadion H. Agus Salim agar semangat pemain menyala-nyala sebagaimana ini bisa ampuh pada saat melawan Perseru dua pekan yang lalu. Dikutip dari halaman semenpadangfc[dot]co[dot]id panitia menurunkan harga tiket tribun utara dan selatan menjadi harga Rp. 5.000,-  dan tribun timur turun menjadi Rp. 10.000,- dengan ketentuan memakai baju merah. Sedangkan tribun Barat/VIP Rp. 100.000,-

Prediksi Persib vs Perseru
Pada paruh musim pertama pertemuan kedua tim di Serui 29 Juli 2017 lalu, Perseru berhasil mengalahkan Persib dengan skor 2-1. Namun, bulan November tahun lalu Persib pernah mengalahkan Perseru secara telak dengan skor 6-2.

5 Pertandingan Kandang terakhir Persib pernah menang 1 kali melawan Mitra Kukar. Selebihnya imbang dengan skor 0-0 kecuali melawan Bhayangkara FC imbang 1-1. Berikut datanya
27/10/2017 vs Mitra Kukar Menang 3-1
19/10/2017 vs Madura United imbang 0-0
09/10/2017 vs Barito Putra imbang 0-0
24/09/2017 vs Bhayangkara FC imbang 1-1
21/09/2017 vs Bali United imbang 0-0

Sedangkan 5 pertandingan Tandang terakhir Perseru Serui pernah menang 1 kali melawan tim juru kunci klasemen Persegres Gresik United. Selebihnya, Perseru kalah tipis 1 samai 2 gol dari tim tuan rumah. Berikut datanya
28/10/2017 vs Semen Padang FC kalah 3-1
18/10/2017 vs Persegres Gresik United menang 2-5
07/10/2017 vs PS TNI kalah 2-1
25/09/2017 vs Bali United kalah 2-0
19/09/2017 vs Persija kalah 1-0

Jika melihat perkembangan 5 pertandingan terakhir, Persib menang 1 kali, seri 1 kali dan kalah 3 kali. Sedangkan Perseru dari 5 pertandingan yang lalu, berhasil menang 3 kali dan kalah 2 kali. Artinya, saat ini Perseru sedang dalam kondisi lebih baik dibanding dengan Persib. Persib yang saat ini berada pada posisi 12 klasemen dengan raihan poin 4—terpaut satu poin dari PS TNI (calon lawan terakhir SP) yang berada pada posisi 11—juga harus melawat ke kandang Pusamania Borneo FC—yang sengaja menyimpan tim intinya untuk  pertandingan ini—untuk melakoni pertandingan lain 3 sebelumnya yaitu tanggal 8 November 2017. Dalam hal kebugaran pemain, jelas Perseru diuntungkan dengan kebugaran pemain dibanding Persib.

Berdasarkan hal di atas, kemungkinan laga ini akan berakhir imbang. Jika imbang, maka Perseru meraih poin 35.

Degradasi Ditentukan Dari Hasil Laga Akhir
Dengan raihan 32 poin saat ini, SP berada pada barisan atas zona degradasi. SP terpaut 2 poin dari Perseru. Untuk bisa keluar dari zona degradasi, maka SP harus menang pada laga terakhir melawan PS TNI. SP punya waktu seminggu untuk merampungkan strategi dan memulihkan stamina karena pertandingan baru akan dihelat pada hari Minggu 12 November 2017 jam 15.00 di GOR Haji Agus Salim Padang.

Jika menang, maka total poin yang diraih adalah 35. Dengan poin ini SP akan keluar dari zona degradasi jika pada pertandingan lain Sabtu 11 November 2017 Persib bisa mengalahkan Perseru di Bandung. Namun, jika Perseru meraih hasil imbang, maka jumlah poin SP dan Perseru sama 35. Dengan poin yang sama ini, Perseru lebih diuntungkan dengan selisih gol (sementara). Namun, dari regulasi Liga 1 dikatakan bahwa penentuan posisi ditentukan dari head to head. Setelah itu baru selisih gol. Namun, PT Liga Indonesia Baru (LIB) akan berdiskusi dengan PSSI dan setelah itu akan mengirimkan surat ke semua klub peserta liga 1 terkait penghitungan head to head. Sebelumnya Wakil Ketua Umum PSSI Joko Driyono menyebut, rapat Komite Eksekutif (Exco) yang digelar Selasa (31/10) memutuskan bahwa head to head itu harus mengacu pada kemenangan dan agregat skor antara kedua tim.

Head to Head SP vs Perseru Jika Nilai Poin Sama
Jika SP menang melawan PS TNI dan Perseru imbang melawan Persib, maka perolehan poin yang sama 35 akan diadu secara head to head. Dari dua pertemuan pada ajang Liga 1, pertemuan pertama di kandang Perseru, hasil imbang 0-0. Sedangkan pada putaran kedua di kandang SP, SP menang dengan skor 3-1. Dari data ini SP menang secara head to head. Jika head to head seperti ini yang dimaksud oleh PT Liga Indonesia Baru dan PSSI, maka jika poin SP dan Perseru sama, SP berhasil keluar dari degradasi dan Perseru yang harus terdegradasi.

Namun jika yang dimaksud head to head adalah persentase kemenangan kedua tim ini melawan tim lain peserta liga, maka Perseru lebih unggul 44% dibanding SP yang hanya menang 38%. Tapi, head to head seperti ini jarang dilakukan. Atau seandainya head to head diadu antara produktifitas gol dan kemasukan, maka SP kalah dibanding Perseru. Saat ini SP menyarangkan gol ke gawang lawan sebanyak 32 gol dan kemasukan gol ke gawang SP sebanyak 52. Ada -20 selisih gol SP saat ini. Sedangkan Perseru saat ini unggul tipis dalam mencetak gol dengan raihan 33 gol ke gawang lawan dan 45 gol ke gawang sendiri. Selisih gol -12.
Capture From http://semenpadangfc.co.id/league-table/
Capture from Google Searching



Semen Padang VS Perseru: Menang atau Turun Ke Liga 2

6:11 PM
Gambar: FB Semen Padang Football Club
Sabtu, 28 Oktober 2017 akan dihelat pertandingan penentu bagi tim Semen Padang FC. Pertandingan ini akan menjadi laga penentu bagi Semen Padang untuk bisa bertahan di kompetisi Liga 1. Begitu pentingnya laga ini bagi Semen Padang (SP), mereka menggratiskan tiket masuk bagi pendukung yang memakai baju merah. Dikatakan penentu karena SP saat ini bertengger di posisi nomor tiga di bawah klasemen. Ini adalah zona degradasi. Jumlah poin mereka saat ini adalah 29 poin. Mereka terpaut dua poin dari calon lawan. Perseru, yang berada di zona aman terakhir dengan poin 31. Jika menang melawan Perseru, maka SP akan unggul 1 poin dari Perseru dengan raihan poin 32.

Setelah pertandingan melawan Perseru, tersisa dua pertandingan lagi. Satu tandang melawan Arema FC yang besar kemungkinan dimenangkan oleh tuan rumah. Pertandingan terakhir SP akan menjamu PS TNI di Gor H. Agus Salim Padang. Jika pada pertandingan terakhir ini SP menang, maka dengan total 35 point SP finis di dasar klasemen dan akan bertahan di Liga 1 musim depan.

Sementara bagi Perseru jika menang melawan SP pekan ini, maka dapat dikatakan tim ini akan tetap di Liga 1 musim depan. Tim asal Papua ini sebelumnya menang dalam derby Papua menghadapi Persipura yang sudah menyerah untuk bersaing menjadi Kampiun Liga 1 musim ini. Namun, jika kalah melawan SP pekan ini, asa Perseru masih ada ketika pertandingan berikutnya melawan Borneo FC. Menggunakan logika sederhana saja, jika Persipura yang unggul 4 baris di atas Borneo FC saja bisa mereka kalahkan, apalagi Borneo FC yang juga bukan tim sesama Papua. Namun, bola itu bundar. Dia bisa saja menggelinding ke sisi lain. Laga terakhir kompetisi musim ini Perseru akan bertandang ke markas Persib Bandung tanggal 11 November 2017.
Berikut simulasi yang berdasarkan prediksi biar bisa bertahan di liga 1 bagi SP.

Pekan
Poin SP
Poin Perseru
32
VS Perseru di Padang, SP menang. Poin 32
VS SP di Padang, Perseru kalah. Poin 31
33
VS Arema di Malang, SP kalah. Poin 32
VS Borneo FC di Serui, Imbang. Poin 32
Jika menang, poin 35
34
VS PS TNI di Padang, SP menang. Poin 35
Jika seri, maka poin 33
VS Persib di Bandung, Perseru kalah. Poin seperti di atas. 32 atau 35


Berdasarkan tabel di atas, maka untuk bisa bertahan di Liga 1 musim depan, SP harus berjuang dengan memenangkan 2 laga kandang dan meraih hasil seri 1 laga tandang. Jika ini berhasil, maka SP akan finish dengan 36 poin. Ini cukup membuat mereka bertahan jika Perseru hanya menang satu kali dari tiga laga sisa. Namun jika perseru sempat menang dua laga sisa, maka Perseru yang bertahan di Liga 1. Agar tidak bergantung kepada hasil Perseru bertanding di dua sisa laga, maka pilihan yang paling masuk akal bagi SP adalah menang minimal melawan Perseru dan PS TNI. Agar tidak diadu selisih poin, andai Perseru juga finish dengan poin 35, maka SP harus berusaha menang banyak di kandang dan berusaha tidak kebobolan banyak di Malang. Karena saat ini SP juga kalah produktifitas gol dari Perseru yang unggul 9 gol.

Peluang Semen Padang Untuk Bertahan di Liga 1 Musim 2017-2018

3:26 PM
Peluang Semen Padang FC untuk bertahan di kasta/level tertinggi liga sepakbola Indonesia terancam pasca kekalahan telak dari PSM Makassar. Sampai kekan ke-27, tim Kabau Sirah terperosok empat baris dari bawah di tangga klasemen sementara. Poin tim kesayangan Urang Awak ini saat ini adalah 28 poin. Terpaut tiga poin dari zona degradasi yang saat ini dihuni oleh Perseru.  Jika tidak ada kemenangan di empat pertandingan kandang tersisa, sementara jika Perseru bisa memenangkan satu laga plus satu seri, maka Semen Padang berpotensi menemani Persegres ke liga 2.
Hasil gambar

Saat ini Persegres dengan perolehan 10 poin sudah dapat “dipastikan” berlabuh di Liga 2. Andai persegres memenangkan 7 laga tersisa, maka tambahan 21 poin belum bisa menyelamatkan mereka dari nasib ini. Apalagi ada tim papan atas yang akan mereka hadapi seperti Mitra Kukar (saat ini di posisi 9), Persija (saat ini di posisi 6) dan Arema (saat ini di posisi 7).

Beranjak satu tingkat dari dasar klasemen ada Persiba yang sampai pekan ke-27 mengoleksi poin 20. Jika berhasil memenangkan 4 laga tersisa, maka jumlah poin persiba akan naik menjadi 32. Namun itu sangat kecil kemungkinannya sebab tim yang akan mereka hadapi adalah penghuni urutan satu dua dan tiga klasemen, kecuali Barito Putra. Dua laga kandangnya akan berhadapan dengan Bali United (saat ini posisi runner up) dan Barito Putra (saat ini posisi 8). Sedangan dua laga tandang akan berhadapan dengan Pimpinan Klasemen Bhayangkara dan PSM Makassar (saat ini posisi 3 ) di laga terakhir.

Tim yang memang akan sangat mengancam keberadaan Semen Padang FC adalah Perseru yang saat ini memiliki poin 20. Di Pekan ke-28 mereka akan bertandang ke markas PS TNI. PS TNI sendiri saat ini juga sedang berjuang dari kejaran Semen Padang dan Perseru. Maka pertandingan PS TNI versus Perseru ini akan menjadi momen yang sangat menentukan untuk dapat mengambil alih urutan klasemen bagi kedua tim ini.

Tim yang di pekan ke-27 kemaren berhasil meraih tiga poin setelah menaklukkan Arema di kandangnya ini berpotensi juga meraih kemenangan kandang ketika melawan Sriwijaya—yang terpaut 10 poin dari Arema yang baru saja mereka kalahkan—di pekan ke-29 nanti. Pekan ke-30 Perseru juga berpotensi menang menghadapi tim di dasar klasemen Persegres kendatipun itu adalah di kandang Persegres. Laga terakhir Perseru adalah derby Papua mungkin saja akan dimenangkan oleh Persipura. Namun, bola itu bundar. Derby dihelat di Serui bukan di Sriwijaya.

Jika dibandingkan kondisi Perseru dengan Semen Padang FC, maka lima dari tujuh sisa laga Semen Padang adalah laga berat. Dua pertandingan kandang yang agak berat adalah berhadapan dengan Madura United pada tanggal 6 Oktober 18.30 dan menjamu Mitra Kukar 19 Oktober pukul 15.00. Jika nilai maksimal 6 poin dapat diraih dengan 2 pertandingan ini maka poin Semen Padang akan naik menjadi 34 poin. Kemungkinan menang berhadapan dua tim ini agak sulit. Data dari empat laga kandang terakhir, Semen Padang tidak pernah memetik kemenangan. Satu seri dan tiga menelan kekalahan. Tuah “bagak”  kandang tidak ada lagi dimiliki oleh tim ini.

Dua laga kandang lainnya adalah perjuangan hidup mati dua tim untuk dapat memangkas poin sekaligus memperlebar jarak. Kali ini Semen Padang bertindak sebagai tuan rumah menjamu tim tamu Perseru. Laga pekan ke-32 ini adalah kans terbesar yang dimiliki semen padang untuk dapat memperlebar jarak dengan Perseru. Kemungkinan laga ini dapat dimenangkan oleh Semen Padang.
Satu laga kandang tersisa adalah pada pekan ke-34 menjamu PS TNI yang pada pekan ke-27 ini unggul 2 poin dari Semen Padang. Laga ini juga adalan Kans terbesar kedua Kabau Sirah untuk naik ke tangga klasemen dan dapat memangkas jarak dengan PS TNI. Tapi, baik PS TNI dan Perseru tentu kedua tim ini, tidak akan dengan dengan gampang juga bisa dikalahkan. Karena kedua tim ini juga ingin selamat dari zona Degradasi.

Sementara itu, di tiga sisa laga tandang Semen Padang akan menghadapi Persela dan Persija dan Arema. Persela sendiri dengan raihan 33 poin saat ini hanya butuh 14 poin saja untuk bisa bertahan di Liga 1. Pada pekan ke-27 ini, selisih gol yang mereka dapatkan juga berimbang dengan 40 skor dan 39 kemasukkan. Menguntit di bawahnya Sriwijaya dengan torehan 31 poin. Tiga dari empat laga kandang yang dilakoni Persela menghasilkan poin penuh. Bahkan pada pekan ke-27 kemaren, tim ini berhasil mencukur Persegres dengan skor 7-1. Peluang Semen Padang untuk memenangkan pertandingan ini sangat tipis dan begitu juga untuk meraih hasil seri.

Di pekan ke-31, Semen Padang akan dijamu oleh Persija. Persija sendiri saat ini ada pada level aman di papan tengah klasemen dengan raihan 46 poin. Mereka terpaut sepuluh poin dari pemuncak klasemen saat ini. Peluang Semen Padang meraih kemenangan juga sangat tipis. Begitu juga untuk meraih hasil seri.

Di pekan ke-33, 4 November 2017, Semen Padang akan bertandang ke Malang menghadapi Arema. Sampai pekan ke-27 ini, Arema berada pada urutan ke-7 klasemen dengan jumlah poin 41. Terpaut satu peringkat dari Persija. Kans Semen Padang untuk menang di Malang agak kecil.

Mau tidak mau, suka tidak suka, pilihan agar tetap bertahan di Liga 1 adalah dengan meraih poin sempurna di empat laga kandang. Jika poin penuh di empat laga kandang dapt diraih, maka jumlah poin Semen Padang akan menjadi 40 poin. Jika tidak, maka saatnya tim kesayangan Urang Awak ini akan berlabuh di Liga 2. Semoga kans untuk bertahan itu terwujud dengan semagat tim dan do’a serta dukungan dari masyarakat pendukung Semen Padang FC. 
 
  • Contact Us | Site Map | TOS | Privacy Policy | Disclaimer
  • Copyright © Bismi Rabb. Template by OddThemes