Showing posts with label Jadwal. Show all posts
Showing posts with label Jadwal. Show all posts

Hari Terjepit Tahun 2020

6:29 PM
PNS

Pemerintah telah menetapkan jumlah hari liburnasional dan cuti bersama tahun 2020. Sama dengan jumlah hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2019 ini, jumlah hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2020 berjumlah 20 hari. Kedua puluh hari tersebut terdiri atas enam belas hari libur nasional dan empat hari cuti bersama.

Bagi yang mau merencanakan libur panjang atau pegawai yang mau mengambil cuti, ada baiknya memperhatikan hari terjepit yang terdapat pada tahun 2020. Dengan mengambil cuti pada hari terjepit tersebut dapat memperpanjang masa liburan.

Hari terjepit, atau ada yang menyebutnya dengan harpitnas, juga dapat dipertimbangkan sebagai tambahan libur panjang selain libur panjang akhir pekan atau long weekend. 

Berikut ini hari terjepit yang memungkinkan untuk "disiasati" penggunaannya untuk pengajuan cuti.

Hari terjepit pertama jatuh pada hari Jumat tanggal 8 Mei 2020. Dikarenakan sebelumnya pada hari Kamis tanggal 7 Mei 2020 adalah hari raya Waisak 2564. Jika Anda mengambil cuti pada tanggal 8 Mei 2020 maka bertambahlah long weekend Anda dari Kamis sampai Minggu. Lumayan, ada empat hari yang dapat dimanfaatkan untuk berlibur.

Hari terjepit kedua juga masih pada bulan Mei. Tepatnya hari Kamis dan Jumat tanggal 28 dan 29 Mei 2020. Sebenarnya kurang tepat jika disebut sebagai harpitnas karena dua hari. Tapi bagi yang menambah cuti biar libur lebarannya menjadi tambah panjang, maka dua hari ini sangat mungkin untuk dipertimbangkan. Sebab, hari Senin tanggal 1 Juni 2020 juga merupakan libur nasional Hari lahir pancasila. Jadi, bagi yang dapat izin cuti pada tanggal 28 dan 29 Mei 2020 ini, maka hari libur lebarannya menjadi 12 hari sejak Kamis tanggal 21 Mei 2020 sampai Senin tanggal 1 Juni 2020. 

Namun, bagi yang tidak dapat izin atau cuti, jangan coba-coba menambah libur. Biasanya ada inspeksi mendadak pascalebaran. Semoga saja ada perubahan dari pemerintah agar dua hari ini dijadikan libur nasional dengan pertimbangan arus balik lebaran.

Hari terjepit ketiga dan keempat terdapat pada pertengahan bulan Agustus. Karena 17 Agustus jatuh pada hari Senin. Hari Selasa dan Rabu tanggal 18 dan 19 Agustus menjadi terjepit karena pada hari Kamis tanggal 20 Agustus adalam libur nasional tahun baru Hijrah. Selanjutnya pada hari Jumat tanggal 21 Agustus juga menjadi terjepit. Jadilah tiga hari ini terjepit pada bulan Agustus. Bagi Anda yang dapat cuti pada tiga hari ini, maka total sembilan hari libur panjang sejak hari Jumat tanggal 15 Agustus sampai hari Ahad tanggal 23 Agustus. 

Hari terjepit kelima terdapat pada hari Jumat tanggal 30 Oktober 2020. Karena hari Kamis tanggal 29 Oktober adalah libur Maulid Nabi Muhammad Saw. Jadilah akhir pekan di penghujung bulan Oktober menjadi tambahan long weekend bagi Anda yang mendapat cuti pada tanggal 30 Oktober tersebut.

Demikian ulasan tentang hari terjepit. Semoga hari libur Anda menyenangkan.

Libur Nasional dan Cuti Bersama Tahun 2020

6:01 PM
PNS
Pemerintah melalui Kemenko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan telah menetapkan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2020. Dikutip dari halaman kemenkopmk[dot]go[dot]id disampaikan bahwa ketetapan hari libur nasional dan cuti bersama tahun 2020 dicapai setelah rapat tingkat menteri yang dipimpin oleh Menko PMK, Puan Maharani di gedung Kemenko PMK Selasa (28/8) pagi. Rapat dihadiri oleh Menag Lukman Hakim Saifudin, Menaker Hanif Dhakiri dan Menpan RB Syafruddin.
Menaker, Menpan RB, dan Menag disaksikan Menko PMK menandatangani kesepakatan tentang Hari Libur Nasional dan Cuti Bersama 2020  (Kemenko PMK/ Anggun Wahyu P)
Melalui rapat tersebut ditetapkan 20 hari libur tahun 2020 yang terdiri atas enam belas hari libur nasional dan empat hari cuti bersama.
Berikut hari libur nasional:
1. Rabu 1 Januari, Tahun Baru 2020 Masehi
2. Sabtu 25 Januari, Tahun Baru Imlek 2571 Kongzili
3.
Ahad 22 Maret, Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW
4.
Rabu 25  Maret, Hari Suci Nyepi Tahun Baru Saka 1942
5.
Jumat 10 April, Wafat Isa Al Masih
6.
Jumat 1 Mei, Hari Buruh Internasional
7.
Kamis 7 Mei, Hari Raya Waisak 2564
8.
Kamis 21 Mei, Kenaikan Isa Al Masih
9.
Ahad-Senin 24-25 Mei, Hari Raya Idul Fitri 1441 Hijriyah (dua hari)
10.
Senin 1 Juni, Hari Lahir Pancasila
11.
Jumat 31 Juli, Hari Raya Idul Adha 1441 Hijriyah
12.
Senin 17 Agustus, Hari Kemerdekaan RI
13.
Kamis 20 Agustus, Tahun Baru Islam 1442 Hijriyah
14.
Kamis 29 Oktober, Maulid Nabi Muhammad SAW
15.
Jumat 25 Desember, Hari Raya Natal

Sedangkan hari cuti bersama diberikan untuk Idul Fitri dan Natal. Berikut hari cuti bersama:
Hari Jumat, Selasa dan Rabu 22, 26 dan 27 Mei, Cuti bersama untuk Hari Raya Idul Fitri (3 hari)
Kamis, 24 Desember Cuti Bersama untuk Hari Raya Natal.


Persiapan Sebelum Ramadhan

11:53 AM
Akhir-akhir ini jika kita lihat beberapa iklan produk di media televisi sudah dibanjiri dengan iklan-iklan yang sudah “mempersiapkan diri” untuk memasuki bulan Ramadhan. Sebut saja seperti iklan sirup, iklan sarung, iklan margarin, iklan cat, iklan pewangi pakaian dan iklan beberapa produk lain yang sengaja diiklankan berkaitan dengan bulan Ramadhan.
Iklan-iklan di atas sepertinya disengaja oleh perusahaan produk tersebut diiklankan jauh-jauh hari sebelum Ramdahan agar pada saat Ramadhan atau Idul Fitri masyarakat sudah populer dengan barang mereka. Paling tidak, alam bawah masyarakat sudah langsung mengingat produk-produk mereka ketika mereka membutuhkannya.
Maraknya iklan-iklan tersebut sangat dimaklumi mengingat sebagian kita masih memakai budaya komsumtif terkait dengan even dan waktu-waktu tertentu. Sebebut saja seperti sarung, peci, baju koko dan mukena yang terlanjur dianggap sebagai pakaian khusus ibadah Ramadhan oleh sebagaian masyarakat kita. Iklan sirup, misalnya, yang identik dengan minuman berbuka atau minuman lebaran bagi sebagaian masyarakat kita. Iklan margarin dikarenakan budaya kita membuat kue sebelum lebaran. Iklan cat dikarenakan ada sebagaian kita yang senang memperbarui cat rumahnya sebelum lebaran. Masih banyak produk lain jika kita amati di media.
Bagi Pedagang hal tersebut juga berlaku. Pedagang sembako sudah menambah stok barang berupa sembako dikarenakan tingginya tingkat konsumsi masyarakat kita di bulan Ramadhan. Pedagang busana juga sudah menambah stok dan koleksinya untuk persiapan lebaran.
Dari beberapa keadaan di atas, ada satu hal yang dapat kita tangkap di sini adalah bahwa secara duniawi sebagian kita sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk menyambut bulan Ramadhan. Pertanyaan yang ingin kita ajukan adalah apakah kita juga sudah mempersiapkan segala sesuatu untuk urusan akhirat kita terkait Bulan Ramadhan yang tinggal menghitung hari? Persiapan yang dimaksud adalah persiapan untuk bisa memanfaatkan fasilitas Ramadhan untuk kepentingan akhirat kita.
Dalam hal ini paling tidak ada 5 persiapan yang harus kita lakukan terkait bulan Ramadhan.
Pertama, Persiapan Ilmu. Karena bulan Ramadhan adalah bulan yang nilai ibadah dilipatgandakan. Agar ibadah yang kita lakukan bernilai di sisi Allah, maka ibadah tersebut harus dilakukan berdasarkan ilmu pengetahuan agama yang kita punya. Seperti ilmu pengetahuan tentang yang merusak nilai ibadah puasa. Jika seorang yang berpuasa tidak mengetahuinya maka kasihan sekali ibadah puasanya tidak bernilai di hadapan Allah kecuali sekedar menahan haus dan lapar. Begitu juga ilmu tentang sedekah, membaca al-Qur’an, zakat, dan ibadah lain baik yang wajib maupun yang sunat.
Kedua, Persiapan Rohani. Yang kita maksud dengan persiapan rohani adalah persiapan diri kita dari aspek keimanan dengan segala paketnya. Karena Ibadah puasa adalah ibadah yang diwajibkan kepada orang yang beriman. Mulai dari sekarang iman harus ditingkatkan. Perbuatan kecil yang boleh dilakukan, namun berpotensi membawa kita kepada perbuatan dosa mulai kita latih untuk ditinggalkan. Berkumpul, bercerita, bercanda adalah perbuatan boleh. Namun jika kumpul-kumpul sudah mengarah kepada menggunjingkan orang lain maka itu berpotensi membawa dosa. Maka di sinilah peranan persiapan melatih rohani karena jika hal itu terlanjur terbawa dan dilakukan pada saat puasa, maka puasa bisa menjadi tidak bernilai.
Persiapan rohani juga dapat dilakukan dengan membiasakan atau melatih diri kita untuk melaksanakan ibadah-ibadah sunnah lain yang selama ini jarang kita lakukan. Latihan ini ditujukan agar rohani terbiasa melakukan ibadah tersebut pada bulan Ramadhan nanti.
Ketiga, Persiapan Jasmani atau Fisik. Yang dimaksud dengan persiapan jasmani adalah setiap mukmin harus menjaga fisik dan jasmani tetap sehat hingga datangnya bulan Ramadhan. Memang boleh tidak berpuasa bagi orang sakit pada bulan Ramadhan, tapi dia harus mengganti ibadah puasanya di luar Ramadhan. Mengganti di luar Ramadhan itu tentunya tidak akan sama "suasananya" dengan berpuasa di bulan Ramadhan. Tidak hanya puasa, ibadah sunnat lain yang sepaket dengan Ramadhan juga membutuhkan jasmani yang sehat. Orang yang sakit di bulan Ramadhan tentu akan kesulitan untuk melaksanakan Shalat Sunnat Tarawih, Witir dan sunnat yang lainnya.
Persiapan fisik juga dimaksudkan untuk melakukan latihan ibadah puasa melalui puasa sunat. Ibadah puasa adalah ibadah fisik. Dalam Islam ada ketentuan fisik disebut dalam konteks ibadah seperti ibaah haji dan shalat. Dalam pelaksanaan Shalat misalnya, dibolehkan duduk bagi mereka yang tidak sanggup secara fisik untuk berdiri. Bagi mereka yang sanggup berdiri, maka tidak boleh salat duduk. Begitu seterusnya sampai tata cara shalat berbaring dan isyarat. 
Keempat, Persiapan Harta. Persiapan harta tidak dimaksudkan agar pada bulan Ramadhan kita bisa membeli apa saja untuk "melampiaskan hasrat puasa" pada saat berbuka. Juga tidak dimaksudkan agar kita senantiasa melanggengkan "tradisi konsumtif" selama Ramadhan.
Persaipan harta di sini dimaksudkan untuk menopang kita agar maksimal beribadah di bulan Ramadhan dengan berbagi melalui sedekah, infak, hibah, dan hadiah. Satu di antara "tradisi" yang diajarkan Nabi Muhammad Saw. adalah berbagi menu buka puasa kepada orang yang berpuasa. Tradisi atau Sunnah ini dinilai pahalanya sama seperti pahala puasa mereka yang berpuasa tersebut tanpa dikurangi nilai pahala puasa mereka. Subhanallah. 
Kelima, Persiapan Target Tertentu. Target yang kita maksud adalah target pencapaian yang kita rencanakan. Untuk urusan duniawi, seperti pekerjaan, kita punya terget tertentu. Hendaknya untuk urusan akhirat dan ibadah, kita juga harus mempersiapakan target dan capaian. Target utama puasa Ramadhan kita tentunya adalah target takwa.
Persiapan yang kita lakukan sebelum datang Ramadhan adalah melatih diri kita dengan terget-target tertentu. Misalnya latihan ngaji dengan terget satu halaman satu hari, terus tingkatkan targetnya di hari berikutnya dua halaman satu hari. Terget shalat sunnat bisa juga dibuat. Manfaat membiasakan terget ini adalah agar pada saat Ramadhan kita tidak kewalahan dengan padatnya rutinitas ibadah Ramadhan.
Demikianlah bentuk persiapan kita dalam memasuki Ramadhan agar maksimal kualitas dan kuantitas ibadah Ramadhan kita. Semoga bermanfaat. 

Jadwal Shalat Kota-kota di Indonesia

2:08 PM
SUDAHKAH ANDA SHALAT?

Semua kaum muslim sepakat bahwa sholat lima waktu harus dikerjakan pada waktunya, dalilnya adalah firman Allah Subhanahu wa Ta’ala,

إِنَّ الصَّلَاةَ كَانَتْ عَلَى الْمُؤْمِنِينَ كِتَابًا مَوْقُوتًا

“Sesungguhnya shalat itu adalah fardhu/wajib yang ditentukan waktunya atas orang-orang yang beriman”. [QS. An Nisa’ (4) : 103]



Waktu Shalat Hari Ini
(Silakan pilih kota Anda di kolom pilihan)


Berikut ini jadwal shalat dalam kurun waktu satu bulan. Secara bawaan, jadwal yang tampak oleh pembaca adalah jadwal untuk kota Jakarta. Jika Anda ingin melihat jadwal shalat untuk kota Anda, klik di kolom pilih kota. Jika anda klik kata sebelum, mengacu ke bulan sebelum bulan ini; kata sesudah mengacu bulan sesudah bulan ini.


Semoga Bermanfaat !!
 
  • Contact Us | Site Map | TOS | Privacy Policy | Disclaimer
  • Copyright © Bismi Rabb. Template by OddThemes