Showing posts with label Kampus. Show all posts
Showing posts with label Kampus. Show all posts

Tantangan Dan Peluang Perkuliahan Di PTKI Akibat Pandemi

7:33 AM
Era disrupsi yang sudah kita lalui pada satu sisi menjadi musibah. Namun pada sisi yang lain ia diharapkan membawa berkah. Di saat belum semua kita siap menghadapinya, kita dihadapkan pula pada persoalan global, pandemi covid 19 yang mempengaruhi seluruh aspek termasuk pendidikan. 

Kawan-kawan di Fakultas Tarbiyah dan Keguruan mungkin maklum jika akhir-akhir ini minat orang untuk mendaftar kuliah di tarbiyah/keguruan mulai berkurang. Di saat pandemi tingkat kebutuhan siswa terhadap guru mulai berkurang. Saat ini peserta didik sudah bisa mandiri belajar baik melalui sistem belajar dalam jaringan bersama guru yang real atau belajar melalui aplikasi lain dengan "guru virtual". Di beberapa daerah, terutama di perkotaan atau pada masyarakat yang mempunyai akses internet yang kuat, peserta didik umumnya belajar dari aplikasi. Sehingga sebagian peran guru sudah tergantikan oleh aplikasi belajar yang tersedia secara daring.

Selain itu orang sudah berfikiran praktis, jika tidak disebut pragmatis. Sebagai contoh, untuk bisa berbahasa Inggris tidak harus kuliah di program studi (prodi) Bahasa Inggris. Hal yang serupa juga berlaku untuk semua prodi bahasa asing. Banyak sarana bisa dimanfaatkan untuk bisa belajar bahasa. Terutama belajar dengan perantara aplikasi yang banyak tersebar di dunia maya.

Dampak tersebut juga dirasakan oleh lembaga kursus bahasa. Keberadaan lembaga kursus mulai terancam semenjak banyaknya bermunculan aplikasi belajar. Saya tidak ingin menyebutkan banyak contoh. Khawatir ini menjadi hal yang tidak mengenakkan bagi pemangku kebijakan pada prodi-prodi tersebut. Tapi ini adalah kenyataan suatu yang mesti dihadapi karena inilah imbas dari era distrubsi pada dunia pendidikan. 

Jika dulu yang menjadi fakultas favorit di PTKI adalah Tarbiyah dan Keguruan, sekarang terbuka peluang bagi fakultas lain untuk diserbu oleh mahasiswa. Prodi Ilmu Alquran dan Tafsir di Fakultas Ushuluddin misalnya. Trend minat umat belajar ilmu agama saat ini mengalami lonjakan yang cukup signifikan. Meski pengajian agama di masjid/ musolla tidak ada di masa pandemi, tapi banyak ceramah dan pengajian yang disampaikan melalui media sosial atau platform video converence oleh para ustadz, tengku, buya atau kiyai.

Bahkan ada orang yang berminat belajar agama dengan alasan awal yang sangat sederhana. Di antaranya agar bisa mengimami keluarga solat berjamaah. Karena sejak pandemi, banyak orang yang tidak bisa mengakses tempat ibadah umum seperti masjid dan musolla. 

Begitu juga minat menghafal Alquran. Beberapa lembaga pendidikan sudah menjadikan tahfidz Alquran sebagai mata pelajaran. Juga banyak bermunculan lembaga-lembaga tahfidz. Hendaknya peluang itu juga ditangkap oleh prodi ini.

Begitu juga peluang dalam bidang ilmu dakwah dan komunikasi. Pesatnya perkembangan "media baru" saat ini merupakan peluang yang bisa dimanfaatkan. Seseorang dengan mudah membuat chanel video atau halaman web yang dapat diakses oleh banyak orang.

Era keterbukaan saat ini juga memberi kesempatan kepada banyak orang atau lembaga untuk membuat portal berita. Lembaga penyiaran radio misalnya sudah membuat halaman web dan siaran di televisi. Stasiun televisi juga membuat halaman web dan chanel video tersendiri. Bahkan diakui atau tidak, orang-orang yang mempunyai gawai lebih banyak menonton chanel televisi atau video online di gawainya ketimbang menonton melalui media televisi. Begitu juga halnya dengan matinya beberapa media cetak yang beralih ke media online.

Tidak hanya pada dua bidang ilmu ini saja peluang itu ada. Fakultas Ekonomi dan Bisnis Islam, Syariah dan Hukum, Adab dan Humaniora tentu juga dapat menangkap peluang dari era sekarang. Begitu juga kita harapkan Fakultas Tarbiyah dan Keguruan. Saya yakin ada peluang besar yang akan ditangkap, hanya saja belum terbaca semuanya oleh sebagian kita.

Inilah bagian dari era disrupsi yang pada satu sisi menjadi musibah, namun pada sisi yang lain ia membawa berkah. Tantangan ke depan semakin kompleks. Tapi sejalan dengan itu terbuka peluang pada sisi-sisi yang lainnya. Mari kita siapkan diri, keluarga dan masyarakat kita untuk menghadapi perubahan yang akan selalu bergulir. Semoga kita diberi petunjuk dan kekuatan oleh Allah Yang Maha Kuasa. Aamiin.

Laa Tansanaa Min Du'aaikum

12:14 PM
"La Tansana min du'aikum. Asyrikna fi du'aikum."

Itulah kalimat singkat yang terucap di ujung tausiyah yang disampaikan oleh guru kami saat silaturahim melalui video converence (vidcon) pada pertengahan syawal tahun ini. Pesan ini menjadi penting bagi kami tidak hanya dalam rangka saling mendoakan sebagaimana pesan hadis yang beliau kutip tersebut. Tapi pesan tersebut adalah pelajaran yang masih kami terima dari Sang Guru setelah dua dasawarsa tidak bertemu.

Kendati sudah tidak lagi bertemu selama dua puluh tahun, tidak ada yang berbeda dari beliau. Beliau masih ingat dengan kami semua. Beliau masih guru kami. Kami masih murid-murid beliau. Kami masih anak-anak beliau yang tetap butuh bimbingan dan nasehat dari guru.

Selama tiga tahun bergaul bersama beliau, banyak ilmu yang dapat kami peroleh. Banyak hikmah yang dapat kami ambil. Banyak petuah yang selalu kami pegang teguh. Tanpa bermaksud menyederhanakan pesan dan pengajaran beliau selama tiga tahun tersebut, berikut kami sampaikan di antara kesan terhadap beliau.

Pertama sebagai guru di sekolah, beliau menjadi guru kami di pagi hari. Berlanjut juga menjadi guru tutor kelompok di siang sampai sore hari. Bahkan beliau mewakafkan sebagian waktu istirahat dan waktu bersama keluarganya di malam hari untuk memberi tambahan pelajaran bagi kami. Berikut ini beberapa mata pelajaran yang pernah kami pelajari bersama beliau.

Dalam pelajaran ilmu hadis, beliau mengajarkan pembagian hadis dengan silsilah atau peta konsep. Sehingga jelas perbedaan masing-masing istilah pembagian hadis tersebut. Praktek mengajar ilmu hadis seperti ini sampai saat ini juga kami diterapkan. Buku Taisir karya Mahmud Thahhan yang menjadi buku rujukan saat itu juga saya anjurkan untuk dijadikan rujukan bagi mahasiswa saat mengampu mata kuliah ini.

Saat pandemi ini banyak orang menyebut hadis firro min al-majzumi firoroka min al-asadi. Kami sudah beliau ajarkan hadis tersebut di samping hadis la adwa wa tiyarata ketika membahas hadis mukhtalif. Khusus dua hadis ini telah mengantarkan teman saya menjadi sarjana karena beliau membahas dua hadis ini bersama 76 hadis lainnya terkait penyakit menular. Semua hadis tersebut bisa diselesaikan dengan cara kompromi (al-jam'u wa al-taufiq). Kini kawan ini sudah menyelesaikan program doktor dalam ilmu Al-Quran dan Tafsir.

Dalam pelajaran akidah akhlak, pelajaran akidah tentang aliran murjiah, syiah, jabariyah dan qadariyah serta teologi mu'tazilah asy'ariyah dan ahlu sunnah wal jama'ah sangat berkesan bagi saya saat itu. Pelajaran itulah yang kelak menjadikan alumni sekolah ini menjadi muslim yang moderat.

Dari beliau kami belajar syair Syauki yang sering beliau ulang innama al-umamu akhlaku ma baqiyat -- wa in humu dzahabat akhlaquhum dzahabu. Dalam kehidupan berbangsa dan bernegara, syair tersebut sangat relevan. Kami yang masih remaja, sudah beliau ajarkan ilmu bermanfaat tersebut untuk menjadi pegangan kelak. Seolah-olah beliau berpesan ketika ada di antara muridnya ini yang menjadi abdi negara, pejabat publik atau pimpinan sebuah lembaga, maka tetaplah junjung tinggi akhlak tersebut. Karena "tegak kokohnya suatu bangsa tergantung pada akhlaknya. Jika mereka tidak lagi menjunjung tinggi norma-norma akhlak, maka bangsa itu akan musnah bersamaan dengan keruntuhan akhlaknya."

Dalam pelajaran fikih, kitab yang menjadi rujukan kami adalah Fiqh Sunnah. Bab salat berjamaah adalah bagian yang sangat lama kami kupas bersama beliau. Melalui lisan beliaulah kami belajar hadis-hadis pentingnya salat berjamaah lima waktu sehari semalam di masjid atau mushalla. Sampai saat ini, pengajaran itu tetap diamalkan oleh murid-murid beliau. Ketika sudah masuk waktu salat, segera ke masjid tinggalkan semua urusan.

Dalam pelajaran hadis bersama beliau, kitab Subulussalam karya al-Shan'ani mejadi pegangan kami. Di akhir-akhir kelas tiga, kami belajar bab nikah dengan beliau. Di antara bagian penting yang kami pelajari di sini adalah tentang mencari jodoh yang sekufu. Sebagian kami mempersempit memahami sekufu itu dengan menikah kelak dengan sesama anak MAPK. Karena kita sama-sama telah belajar ilmu agama yang sama dari guru yang sama. Walaupun tidak ada yang saling kenal dekat satu sama lain saat itu karena kami tidak sekelas antara siswa putra dengan siswa putri. Saat ini tercatat pada angkatan kami ada enam pasang yang menikah dengan sesama alumni, baik yang seangkatan ataupun dengan senior dan junior. "Tradisi" ini berlanjut di generasi sesudah kami. Semoga ini menjadi "sunnatan hasanatan". Aamiin

Setiap mata pelajaran, kita tidak hanya harus membawa kitab yang dipelajari. Tapi kita juga harus membawa kamus. Kalapun kita sudah tahu bacaan kalimat berdasarkan siyaqul kalam, tetap diminta melihat kata dasarnya di kamus. Ini sangat membantu kami dalam memperbanyak perbendaharaan kata sekaligus mengetahui kemungkinan ada banyak makna dari sebuah kata. Kelak ini menjadikan kami punya pemahaman yang terbuka terhadap teks Al-Quran ataupun hadis. Berbekal ini juga ada teman kami yang terlatih menjadi jurnalis untuk media berbahasa Arab.

Dalam membaca teks Arab gundul, kami diminta untuk mengambil kesimpulan sendiri dari teks yang dibaca. Berbekal ini kami diajarkan untuk punya keberanian berijtihad dan mandiri mengambil pemahaman sendiri. Sehingga kami sudah terbiasa harus selalu sependapat dan seragam. Setelah itu semua barulah beliau berkomentar termasuk meluruskan jika ada kekeliruan "ijtihad" kami.

Beliau sangat menghargai buku. Saat membawa buku, beliau tidak menjinjingnya. Melainkan membawanya seperti petugas upacara membawa map. Bahkan seperti mendekapnya sejajar dengan dadanya. Entah karena di dalam buku-buku tersebut terdapat ayat Al-Quran dan hadis. Atau mungkin beliau ingin menyampaikan pesan bahwa begitulah seharusnya memperlakukan buku sebagai sumber ilmu.

Kedua, selain belajar di kelas atau saat tutorial sore dan belajar tambahan di malam hari, beliau juga adalah ustadz pembina asrama kami. Satu tahun membersamai kami di asrama kelas tiga, banyak pelajaran dan hikmah yang dapat kami ambil dari beliau. Sekali lagi, ini tidak menyederhanakan hikmah dan pelajaran yang sangat banyak kami ambil dari beliau. Ini dalam rangka mengingatkan kita semua betapa pentingnya teladan dari seorang guru.

Beliau adalah ustadz yang tidak pernah marah menghadapi anak-anak remaja di masa puber. Wibawa dan kharismanya membuat siswa sangat hormat kepada beliau. Jika sudah terdengar beliau membangunkan kawan di ujung kamar, maka hampir semua penghuni asrama langsung bangun.

Karena tinggal dalam satu komplek dengan beliau. Maka keberadaan keluarga beliau juga menjadi contoh bagi kami. Ternyata keteladanan tidak hanya kami dapatkan dalam kapasitas beliau sebagai guru yang digugu dan dituru. Beliau juga teladan dalam berumah tangga. Bayak kawan-kawan yang menerapkan cara ustadz mendidik keluarganya. Bahkan, saking mengidolakan keluarga beliau, ada di antara kawan yang bemberi nama anaknya persis sama dengan nama anak beliau.

Anak-anak beliau yang belum usia sekolah saat itu sudah dikenalkan adab bertamu ke kamar kami. Anak-anaknya tidak berani naik ke tempat tidur kami. Mereka sudah menggunakan pakaian yang tertutup sejak masih balita. Anak-anak juga sudah dilatih puasa sejak dini.

Belum pernah terdengar beliau berkata kasar kepada keluarganya. Bahkan suaranya berbicara dengan keluarganya saja tidak terdengar oleh kami. Padahal, dinding pemisah antara tempat beliau dengan tempat kami hanya berdinding kayu lapis tipis.

Khusus pakaian ke masjid, beliau sangat menekankan untuk memakai peci dan sarung. Tujuannya agar nanti setelah tamat, kami terbiasa dengan itu. Karena umumnya masyarakat masih belum terbiasa menerima jika ada imam atau khatib yang tidak pakai sarung.

Memang kami dibiasakan bergantian mengimami salat. Tapi bukan tidak pernah beliau jadi imam. Jika beliau jadi imam, ayat yang sering beliau bawakan adalah Ya ayyuha al-ladzina amanu ma lakum idza qila lakum infiru fi sabilillahitstsaqoltum ila al-ardi. Seolah beliau ingin berpesan sesuai lanjutan ayat aradhitum bil hayatid dunya minal akhirah. Fama mata'u al-hayati al-dunya min al-akhirati illa qalila.

Ada dua kaidah "kehidupan" yang sering beliau ulang yaitu apa yang disebut oleh Sayyid Qutb dalam tafsirnya alhayatu fi dzilal al-qur'an nikmah. Al-nikmatu la ya'rifuha illa man dzaqaha. Quote ini banyak membentuk haluan hidup kami. Banyak di antara kami yang mengambil jurusan tafsir-hadis saat kuliah. Bahkan sampai jenjang doktor. Ada yang mendedikasikan hidupnya sebagai hafiz dan pengajar Al-Quran. Tentunya tidak sebatas itu, beliau mengingankan kami tetap hidup dalam naungan Al-Quran. Karena ini adalah sebuah kenikmatan yang tidak bisa digambarkan karena terbatasnya kemampuan kita untuk menggambarkannya. Ia hanya dapat diketahui oleh orang merasakannya. 

Menarik jika melihat keterbukaan yang diajarkan di sekolah ini. Kami tidak hanya belajar dari satu buku dan dari satu aliran atau mazhab tertentu. Kendatipun kami beliau kenalkan dengan Fi Dzilal Al-Quran-nya Sayyid Qutb, tidak serta merta menjadikan kami berhaluan konservativ. Begitu juga ketika kami dikenalkan dengan Duha al-Islam dan Fajr al-Islam-nya Ahmad Amin, tidak lantas kami menjadi liberal. Karena kami sudah diajarkan merdeka dalam berpendapat. Inilah style MAPK, jika kita enggan menyebutnya sebagai "mazhab".

Kaidah kehidupan yang kedua yang sering beliau ulang yaitu ma la yudraku kulluhu, la yutraku kulluhu. Jika tidak bisa mencapai sesuatu keseluruhannya, maka tidak boleh ditinggalkan sama sekali. Harus ikut ambil bagian dalam setiap kebaikan. Jangan meninggalkan sebuah kebaikan hanya karena tidak bisa melakukannya secara maksimal. Inilah di antara kesan dan sebagian hikmah yang dapat disampaikan tentang beliau. Sedikit kesan yang tertuang di sini tentu tidak membatasi banyaknya ilmu yang telah beliau ajarkan. Biarlah kesan yang sedikit ini tertuang di sini. Dari pada tidak tersampaikan sama sekali. Sesuai dengan kaidah yang beliau sampaikan "sesuatuyang tidak bisa digapai keseluruhannya, maka tidak boleh ditinggalkan sama sekali. 

Akhirnya, kami mohon maaf karena belum bisa membalas kebaikannya. Biarlah balasan terbaik dari Allah yang akan didapatkannya. Sejalan dengan petuah beliau di awal postingan ini, baru sebatas doa yang sanggup kami mohonkan kepada Allah. Semoga beliau senantiasa diberi Allah kesehatan dan kesempatan untuk selalu mengajar dan menyebarluaskan ilmunya kepada murid-muridnya.  Dan semoga ilmu yang telah beliau sampaikan kepada kami dapat kami amalkan dan juga kami sebarluaskan kepada anak-anak dan murid-muri kami. Aamiin

Beberapa Catatan Perbaikan Proposal Skripsi

2:48 PM
Postingan ini berasal dari catatan yang sering disampaikan dalam merespon rancangan proposal skripsi mhs pada penelitian kepustakaan.
  1. Latar belakang masalah (lbm) sebaiknya terdiri atas landasan filosofis, teoritis dan faktual. Landasan filosofis dan teoritis ini selanjutnya dipertentangkan dengan kondisi faktual yang ada. Sehingga muncul beberapa masalah. Pada skripsi non prodi keagamaan, juga dapat menambahkan landasan religius yang berasal dari ayat Al-Quran atau hadis Nabi Saw. berupa menampilkan ayat dan penafsiran beberapa orang mufasir tentang topik yang menjadi fokus penelitian.
  2. Dari beberapa masalah yang muncul, pilih satu atau beberapa hal yang akan menjafi fokus penelitian. Ada juga yang menyebutnya dengan batasan masalah.
  3. Dari fokus penelitian itu dimunculkanlah pertanyaan. Pertanyaan penelitian ini ada yang menyebutnya rumusan masalah. Pertanyaan itu selanjutnya yang akan dijawab dalam tujuan penelitian. 
  4. Jika pertanyaan penelitiannya ada tiga, maka tujuan penelitiannya juga tiga. Tiga tujuan ini juga nanti yang akan muncul di kesimpulan pada bab terakhir.
  5. Manfaat penelitian berbeda dengan tujuan penelitian. Jika tujuan penelitian adalah untuk menjawab pertanyaan penelitian, maka manfaat penelitian adalah nilai atau kegunaan penelitian. Kegunaan itu bisa secara khusus bagi kepentingan peneliti, dan dapat juga di luar kepentingan peneliti secara umum.
Demikian beberapa catatan. Semoga dapat membantu. Secara teknis dapat berdiskusi dengan pembimbing masing-masing. Jika postingan ini berbeda dengan arahan pembimbing, abaikan saja ini. Ikuti arahan pembimbing skripsi.

Keuntungan Mendaftar Kuliah Melalui Jalur UM-PTKIN

7:20 PM

Apa Itu UM-PTKIN?
UM-PTKIN adalah singkatan dari Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri. UM-PTKIN merupakan salah satu bentuk jalur masuk kuliah di kampus di bawah Kementerian Agama yaitu UIN, IAIN, dan STAIN. Jenis seleksi ini berlaku nasional. Artinya, seseorang yang berada di Papua bisa mendaftar kuliah di seluruh Indonesia. Dia bisa mendaftar kuliah di IAIN yang ada di Papua, IAIN di Aceh atau UIN di Pulau Jawa misalnya.

Untuk masuk PTKIN ada tiga jalur. Pertama jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (SPAN PTKIN). Kedua jalur UM-PTKIN. Ketiga jalur Ujian Masuk Mandiri (UMM). Khusus jalur ketiga diatur dan dikelola oleh masing-masing PTKIN secara mandiri. Sedangkan dua jalur pertama, SPAN dan UM PTKIN, diselenggarakan secara nasional dan dikelola oleh panitia pusat.

Apa Keuntungan Mendaftar Melalui Jalur UM-PTKIN?
Ada banyak keuntungan mendaftar kuliah melalui jalur UM-PTKIN. Di antaranya:

Pertama, bisa memilih dan mendaftar kuliah di kampus mana saja di Indonesia tanpa harus datang ke kampus tersebut.

Kedua, bisa memilih program studi apa saja di kampus yang dituju. Hal ini tidak akan didapatkan secara leluasa jika mendaftar melalui jalur ujian masuk mandiri.

Ketiga, ada kuota khusus yang disiapkan oleh setiap PTKIN untuk setiap program studi (prodi). Hal ini tidak akan didapatkan jika mendaftar melalui jalur ujian masuk mandiri. Biasanya, jika kuota sebuah prodi favorit dan diunggulkan telah terisi penuh pada jalur UM-PTKIN ini, maka tidak dibuka lagi pendaftaran prodi ini pada jalur ujian masuk mandiri.

Keempat, uang pendaftarannya seragam se-Indonesia. Kendatipun itu prodi favorit dan diminati banyak orang, namun uang pendaftarannya sama se-Indonesia.

Kelima, bebas memilih lokasi ujian di seluruh Indonesia. Pendaftar dari Sulawesi bisa mengambil lokasi tes di kampus PTKIN yang ada di Kalimantan.

Keenam, pelaksanaan ujian serentak di seluruh Indonesia. Pelaksanaannya pada beberapa kampus sudah berbasis komputer. Namun ada juga beberapa kampus yang pelaksanaanya berbasis kertas tergantung kesiapan kampus pelaksana ujian. Tapi soalnya dikelola secara nasional oleh panitia pusat.

Ketujuh,  mendaftar melalui jalur UM-PTKIN termasuk syarat untuk mengikuti seleksi beasiswa bidik misi yang disediakan oleh pemerintah. Artinya, jika berhasil masuk kuliah di PTKIN melalui jalur ini, maka mahasiswa bisa mengikuti seleksi beasiswa bidik misi yang disediakan oleh pemerintah. Pendaftar yang masuk melalui jalur ujian masuk mandiri tidak bisa ikut seleksi beasiswa bidik misi. Meskipun mereka mempunyai prestasi.

Bagaimana Cara Mendaftarnya? 
Klik saja https://um-ptkin.ac.id. Semua hal terkait ketentuan pendaftaran, tata cara pendaftaran, jadwal seleksi dan pilihan program studi ada di situs tersebut. Semoga berhasil masuk di kampus pilihannya. Aamiin

Perpustakaan Digital [Free]

5:03 PM
Kabar gembira bagi para peneliti, pengkaji dan mahasiswa yang ingin mencari buku-buku gratis. Beberapa situs menyediakan buku-buku dan bahkan jurnal yang sangat diperlukan sebagai referensi atau sekedar bacaan untuk memperkaya khazanah keilmuan.

Berikut ini kami sampaikan beberapa situs penyedia buku-buku dan jurnal. Untuk peminat kajian ke-Islaman, situs berikut sangat membantu referensi dan akses ke kitab-kitab turats yang mungkin susah ditemukan pada perpustakaan.

1. http://perpustakaanislamdigital.com/
Situs ini berisi 3600 judul kitab kajian klasik dan kontemporer.

2. http://carihadis.com/
Situs ini berisi kitab hadis.

3. https://kitabpdf.warisansalaf.com
Situs ini berisi kitab-kitab turats dan buku-buku keagamaan.

4. https://drive.google.com/open?id=1kUKinqkNzmYu0vhJNbyuA5ctuHTOSiCR
Situs ini juga berisi buku-buku dan kitab-kitab dalam bidang ilmu agama.

5. https://www.rumahfiqih.com/pdf/index.php
Situs ini secara khusus berisi buku-buku fiqih yang bisa diunduh gratis.  Namun ada juga beberapa buku lain di luar fiqih.

6. https://pustakalajnah.kemenag.go.id
Situs ini adalah situs berbagi buku yang disediakan oleh Lajnah Pentashih Mustafa Al-Qur'an di bawah Balitbang dan Diklat Kemenag Republik Indonesia. Untuk bisa unduh buku-buku yang disediakan, pengguna harus log in terlebih dahulu. Maka untuk akses harus registrasi.

7. http://e-resources.perpusnas.go.id/
Ini adalah situs yang disediakan oleh Perpustakaan Nasional Republik Indonesia untuk memenuhi kebutuhan terhadap akses perpustakaan digital berupa jurnal, ebook dan berbagai referensi online lainnya. Syaratnya harus menjadi anggota perpusnas.

8. https://read.tafsir.one/
Link ini berisi beberapa kitab tafsir yang tidak hanya bisa dibaca, tapi juga ada audio yanf bisa didengar.

Khusus sumber-sumber berbahasa Asing selain Arab, dapat dikunjungi situs di bawah ini.

1. http://gen.lib.rus.ec
Situs ini berisi akses berbagai buku-buku dan jurnal Internasional dalam berbagai bidang ilmu. Untuk mengakses situs ini tidak perlu registrasi.

2. https://b-ok.xyz/
Situs ini berisi buku-buku berbagai asing yang juga gratis.

3. http://pdfdrive.net
Di situs ini tersedia lebih dari 92 ribu buku gratis dari berbagai genre yang dapat diunduh secara gratis.

4. https://www.jstor.org
Situs ini berisi buku dan jurnal. Untuk bisa mengaksesnya, harus log in terlebih dahulu.

Nah, silakan jelajahi luasnya samudera ilmu dengan mengakses situs-situs tersebut. Jika Anda menemukan situsuk lain yang juga gratis, silakan tulis di kolom komentar biar segera kita update informasi ini. Terima kasih.

Jadwal SPAN-PTKIN 2019 Diperpanjang Sampai 03 Maret 2019

11:21 AM
Ada kabar gembira bagi calon mahasiswa yang akan mendaftar kuliah di Perguruan Tinggi Agama Islam Negeri. Jadwal pengisian PDSS yang sedianya berakhir pada 28 Februari 2019 diperpanjang hingga 03 Maret 2019. Hal itu disampaikan berdasarkan surat Panitia Pelaksana SPAN-UM PTKIN.

Dalam surat yang ditandatangani oleh Ketua Umum SPAN UM PTKIN tersebut disampaikan alasan perpanjangan masa pengisian PDSS yaitu sehubungan dengan tingginya minat sekolah/ madrasah/ pesantren muadalah untuk mengikuti SPAN PTKIN Tahun 2019, serta hasil kesepakatan Ketua Forum Pimpinan PTKIN dan Panitia Pusat SPAN-UM PTKIN 2019 tentang perpanjangan pendaftaran SPAN-PTKIN 2019.

Maka bagi calon mahasiswa yang mendaftar di PTKIN seperti STAIN, IAIN dan UIN, masih ada kesempatan untuk mendaftar. Bagaimana caranya? Hubungi pihak sekolah. Informasi tentang perpanjangan ini sudah disampaikan di halaman span ptkin 

Tanya Jawab Seputar SPAN-PTKIN

6:09 PM

Apa Itu SPAN PTKIN?

SPAN PTKIN adalah singkatan dari Seleksi Prestasi Akademik Nasional Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri. SPAN PTKIN merupakan salah satu bentuk jalur masuk kuliah di kampus di bawah Kementerian Agama yaitu UIN, IAIN, dan STAIN. Jenis seleksi ini berlaku nasional. Artinya, seseorang yang berada di Papua bisa mendaftar kuliah di seluruh Indonesia. Dia bisa mendaftar kuliah di IAIN yang ada di Papua, STAIN di Aceh atau UIN di Pulau Jawa misalnya.

Apa Keuntungan Mendaftar Melalui Jalur SPAN PTKIN?

Ada banyak keuntungan mendaftar kuliah melalui jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional. Di antaranya:

Pertama, bisa memilih jurusan apa saja di kampus mana saja di Indonesia. 

Kedua, pendaftaran gratis. Peserta tidak dipungut uang pendaftaran.

Ketiga, tidak ada ujian atau tes baik secara lisan maupun tertulis. Seleksinya hanya berkas seperti rapor dan surat keterangan.

Keempat, Mendaftar bisa dibantu operator sekolah. Calon pendaftar tidak mendaftar sendiri. Tapi melalui operator sekolah. Paling tidak, bagi calon pendaftar yang tidak memiliki akses internet sendiri, bisa dibantu oleh pihak sekolah.

Kelima, mendaftar melalui jalur SPAN adalah syarat untuk mengikuti seleksi beasiswa bidik misi yang disediakan oleh pemerintah. Artinya, jika berhasil masuk kuliah di PTKIN melalui jalur ini, maka mahasiswa bisa mengikuti seleksi beasiswa bidik misi yang disediakan oleh pemerintah.

Bagaimana Cara Mendaftarnya? 

Klik saja https://span-ptkin.ac.id/page. Semua hal terkait ketentuan pendaftaran, tata cara pendaftaran, jadwal seleksi dan pilihan program studi ada di situs tersebut. Semoga berhasil masuk di kampus pilihannya. Aaminn.

Jalur Pendaftaran UM-PTKIN 2018 Sudah Dibuka

8:07 AM
Kabar gembira bagi lulusan MA/MAK/ SMA/ SMK/ Pesantren Muadalah, bahwa pendaftaran untuk masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) sudah dibuka sejak 12 April 2018. Pendaftaran berakhir tanggal  8 Mei 2018.

Sebagaimana diketahui bahwa untuk masuk PTKIN ada tiga jalur. Jalur pertama, adalah jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN-PTKIN). Jalur ini sudah ditutup. Jalur kedua adalah jalur Ujian Masuk PTKIN secara nasional. Jalur inilah yang saat ini sedang dibuka.

Tata Cara Pendaftaran UM-PTKIN
Tahap awal, pendaftar harus mengisi biodata secara online di halaman um-ptkin.ac.id. Isi semua kolom yang diminta dalam pendaftaran tersebut sampai akhirnya mendapatkan nomor SIP (Slip Instruksi Pembayaran), PIN dan informasi jumlah nominal uang pendaftaran yang dibayarkan. Di halaman ini juga diberitahu tatacara pembayaran.



Setelah itu, peserta melakukan pembayaran pada Bank BNI/ BNI Syariah dengan memasukkan nomor SIP. Pembayaran dapat dilakukan di teller bank, ATM atau melalui SMS Banking. Pembayaran juga dapat dilakukan pada bank lain dengan cara transfer ke Virtual Account BNI.

Jika telah melakukan pembayaran, peserta melanjutkan pendaftaran online di um-ptkin.ac.id dengan memasukkan nomor SIP dan PIN untuk memilih kelompok ujian, program studi, lokasi ujian dan tipe ujian (ujian berbasis komputer atau ujian berbasis kertas). Terakhir peserta dapat mencetak kartu ujian. Sampai di sini selesai tahap pendaftaran. Selanjutnya tinggal menunggu pelaksanaan ujian UM-PTKIN.

Tanya Jawab Seputar Mendaftar Kuliah

6:31 PM
Bagi adik-adik SLTA yang akan memasuki jenjang perguruan tinggi, saat ini mungkin ada yang galau dikarenakan harus memilih mau kuliah di mana. Padahal, Ujian Nasional saja belum dimulai, tapi sudah dibingungkan oleh keharusan memilih di mana akan kuliah. Postingan ini mungkin dapat sedikit membantu kegalauan menentukan pilihan itu.

Pada prinsipnya, semua perguruan tinggi sama. Tujuannya mencerdaskan bangsa. Namun, bagi orang tertentu tidak semua perguruan tinggi dianggap sama. Ada perguruan tinggi negeri, ada perguruan tinggi swasta. Ada perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama dan ada perguruan tinggi di bawah Kementerian Dikti. Selebihnya, perguruan tinggi dibedakan oleh beberapa keistimewaan.

Mengapa Harus Mendaftar Kuliah di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI)?
Untuk belajar ilmu ke-Islam-an maka PTKI seperti STAIN, IAIN dan UIN adalah pilihan. Hal itu tidak diragukan lagi. Selain sebagai tempat belajar ilmu agama, PTKI juga merupakan tempat mempelajari saint, teknologi dan ilmu pengetahuan lainnya. Selama ini yang diketahui orang bahwa PTKI adalah tempat kuliah khusus mempelajari ilmu agama saja. Padahal di PTKI selain menyelenggarakan program studi ke-Islam-an (Islamic studies), juga menyelenggarakan program studi saint dan ilmu pengetahuan lain. Bahkan kajian itu integral dengan ke-Islam-an. Biasa juga disebut dengan Islamic Saintis.

Contoh, bagi mahasiswa yang mengambil program studi Ekonomi Syari'ah di PTKI, setelah tamat mereka menyandang gelar Sarjana Ekonomi (SE). Apa beda SE lulusan PTKI dengan SE lulusan non-PTKI? Bahwa SE lulusan PTKI disamping menguasai ilmu ekonomi layaknya SE yang lain, mereka juga menguasai ilmu ekonomi berbasis syariat Islam. Harapannya tidak hanya sukses dunia, tapi sukses dunia akhirat.

Contoh lain, Arsitektur alumni PTKI ketika membuat gambar rumah tidak hanya mempertimbangkan arah mata angin, tapi juga memperhatikan arah kiblat. Mereka tidak akan membuat WC menghadap atau membelakangi kiblat. Karena dalam hadis ada larangan buang air menghadap atau membelakangi kiblat.

Bagi alumni Sarjana Hukum (SH) PTKI, selain menguasai ilmu hukum layaknya SH yang lain, mereka juga menguasai hukum Islam. Bagi Sarjana Pendidikan (S.Pd) lulusan PTKI, selain menguasai ilmu pendidikan layaknya S.Pd lulusan non-PTKI, mereka juga menguasai ilmu pendidikan menurut ajaran Islam. Bagi Sarjana Sosial (S.Sos) alumni PTKI, mereka mempunyai kelebihan pelajaran ilmu sosial berbasis Islam. Pendek kata, program studi ilmu pengetahuan sain dan teknologi di PTKI menjadikan sarjana yang memiliki nilai plus yaitu ilmu ke-Islam-annya.

Bagaimana Cara Mendaftar di PTKI Negeri? 
Ada tiga jalur pendaftaran untuk bisa kuliah di PTKIN. Jalur pertama yaitu jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN), jalur kedua yaitu jalur Ujian Masuk yang diselenggarakan secara nasional, dan terkahir jalur ujian masuk yang diselenggarakan secara mandiri oleh masing-masing kampus. Untuk masuk jalur SPAN, mendaftarnya di http://span-ptkin.ac.id/. Untuk Mendaftar melalui jalur UM-PTKIN mendaftarnya via http://um-ptkin.ac.id/. Sedangkan untuk mendaftar melalui jalur UM-Mandiri, silakan akses web masing-masing kampus yang ingin dituju.

Apa Keuntungan Mendaftar Melalui Jalur SPAN PTKIN?
Ada banyak keuntungan mendaftar kuliah melalui jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional. Di antaranya:
Pendaftaran gratis, tidak dipungut uang pendaftaran.
Tidak ada ujian atau tes baik secara lisan maupun tertulis. Seleksinya hanya berkas seperti rapor dan surat keterangan.
Calon pendaftar tidak mendaftar sendiri. Tapi melalui operator sekolah. Paling tidak, bagi calon pendaftar yang tidak memiliki akses internet sendiri, bisa dibantu oleh pihak sekolah.
Terakhir, mendaftar melalui jalur SPAN, adalah syarat untuk mengikuti seleksi beasiswa bidik misi yang disediakan oleh pemerintah.


Keuntungan Mendaftar Melalui Jalur UM- PTKIN
Bagi yang tidak mendaftar pada jalur SPAN-PTKIN, maka jalur pendaftaran berikutnya adalah jalur UM-PTKIN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri). Jalur masuk ini dibuka secara nasional. Bagi calon pendaftar yang berada di luar Aceh misalnya, bisa mendaftar kuliah di Aceh. Pelaksanaan ujian masuknya tidak harus datang ke Aceh. Lokasi ujian bisa dipilih di kota terdekat dengan tempat tinggal pendaftar.

Sejak tahun 2017, melalui jalur UM-PTKIN bisa ikut bersaing dalam memperebutkan beasiswa bidik misi yang kabarnya tahun ini meningkat nominalnya dan juga kuotanya. Hanya saja, peserta yang mendaftar untuk ikut seleksi bidik misi diharuskan melengkapi pendaftaran sampai selesai upload syarat bidik misinya. Ini penting diperhatikan. Sebab, jika memilih bidik misi dari jalur pendaftaran UM-PTKIN tanpa selesai pada tahapan upload berkasnya, maka belum bisa ikut seleksi bidik misi.

Bagi calon pendaftar yang telah mendaftar melalui jalur SPAN-PTKIN, namun tidak lulus sesuai dengan pilihan pertama yang diinginkan, maka masih bisa mendaftar melalui jalur UM-PTKIN agar bisa diterima pada program studi pilihan utama. Syaratnya, harus belajar dan mempersiapkan diri untuk seleksi.

Pelaksanaan seleksi pada sebagian kampus sudah berbasis komputer. Namun pada sebagian kampus masih ada yang berbasis kertas. Tergantung kesiapan kampus masing-masing dengan banyaknya jumlah peserta yang mendaftar.

Jalur UM Mandiri
Jalur UM Mandiri adalah jalur khusus yang diperuntukkan bagi calon pendaftar yang sangat menginginkan bisa kuliah di kampus yang dituju dengan sedikitnya persaingan. Peserta tidak perlu bersaing secara nasional. Untuk mendaftar, calon peserta bisa menghubungi kampus yang dituju melalui webnya masing-masing atau langsung datang ke kampus saesuai waktu yang dijadwalkan.

Sayangnya, mendaftar melalui jalur ini biasanya sesuai dengan kuota yang tersedia pada masing-masing kampus. Jika kuota yang tersedia tidak ada lagi, maka sudah juga untuk bisa memilih program studi yang diinginkan.

Hal lain dari jalur ini adalah bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, peserta yang masuk melalui jalur UM Mandiri tidak bisa mengikuti seleksi beasiswa bidik misi. Tapi, ada beasiswa lain yang menanti seperti beasiswa prodi keagamaan, beasiswa tahfidz Alquran dan beasiswa prestasi.

Memilih STAIN Gajah Putih Takengon?
STAIN Gajah Putih Takengon adalah satu di antara PTKIN yang baru menjadi PTKI Negeri pada tahun 2012. Sejak beralih status menjadi kampus plat merah, STAIN Gajah Putih Takengon mengalami banyak kemajuan. Hal itu dapat menjadi alternatif alasan mengapa memilih kuliah di STAIN Gajah Putih Takengon, di samping alasan lainnya.

Satu-satunya kampus negeri di wilayah tengah Aceh
Wilayah tengah Aceh belum ada kampus negeri selain STAIN Gajah Putih Takengon. Kuliah di kampus negeri milik pemerintah tentunya memiliki berbagai keunggulan dibanding kampus yang bukan plat merah. STAIN Gajah Putih Takengon juga satu-satunya kampus keagamaan terbesar di wilayah tengah Aceh.

Dosennya berasal dari berbagai perguruan tinggi di nusantara dan perguruan tinggi luar negeri
Dulu anak-anak Aceh yang tersebar di wilayah tengah Aceh yang pergi kuliah ke Medan, Banda Aceh, Pekanbaru, Padang, Jambi, Jakarta, Bandung, Solo, Jogjakarta, Malang, Surabaya, Makassar dan perguruan tinggi terkenal di kota-kota lain. Namun, ada yang tidak jadi merantau kuliah karena jauhnya tempat kuliah atau karena tidak sanggup berpisah dengan keluarga. Bagi orang tua yang tidak ingin berpisah dengan anaknya atau sebaliknya anak yang tidak mau merantau kuliah ke kota-kota besar tersebut, sudah ada solusinya. Yaitu kuliah di STAIN Gajah Putih Takengon. Karena saat ini, dosen yang mengajar di STAIN Gajah Putih Takengon adalah berasal dari alumni kampus terkenal di kota-kota besar yang tersebar dari seluruh nusantara. Tidak hanya itu, dosen STAIN Gajah Putih Takengon ada yang berasal dari perguruan tinggi ternama di Mesir, Australia, Malaysia, Sudan dan India.

PTKIN baru yang dipercayai oleh Kementerian Agama untuk mengelola Program Pasca Sarjana
STAIN Gajah Putih Takengon adalah satu-satunya kampus baru negeri yang dipercaya oleh Kementerian Agama untuk mengelola program Pascasarjana atau jenjang Strata Dua. Ini adalah bukti perhatian Pemerintah Pusat kepada daerah ini sekaligus bentuk penghargaan berupa kepercayaan yang didapat oleh STAIN Gajah Putih Takengon untuk mengelola kampus dengan baik.

Tersedia banyak beasiswa
Saat ini ada tersedia beberapa beasiswa yang dapat membantu meringankan beban dan biaya perkuliahan. Tentunya beasiswa itu adalah wujud kepedulian pemerintah terhadap masyarakat. Beasiswa bidikmisi misalnya, setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan kuota calon penerima. Tahun 2017 ada 70 penerima beasiswa bidik misi. Tahun 2018 disediakan 75 kuota calon penerima beasiswa bidik misi. Setiap penerima beasiswa bidik misi mendapatkan beasiswa sejumlah enam juta persemesternya. Dengan beasiswa ini mahasiswa dapat membayar uang kuliah dan keperluan kuliah lainnya. Selain beasiswa bidik misi, juga ada beasiswa prestasi akademik bagi mahasiswa yang memiliki prestasi secara akademis.

Bagi mahasiswa yang hafal al-Qur'an, juga ada beasiswa tahfidz al-Qur'an. Bagi yang belum hafal al-Qur'an tidak perlu khawatir. Karena kampus STAIN Gajah Putih Takengon melatih dan membina calon penghafal al-Qur'an.

Terakhir, khusus program studi keagamaan yang merupakan keilmuan utama PTKIN, tersedia beasiswa khusus yaitu beasiswa program studi keagamaan. Di antara  calon penerima beasiswa ini adalah mahasiswa yang concern dalam kajian agama dengan memilih program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT). 


Prodi Ilmu Alquran dan Tafsir
Program studi ini fokus mengkaji al-Qur’an sebagai sumber ajaran agama Islam. Lulusan prodi IAT akan menyandar gelar akademik Sarjana Agama (S.Ag). Profil utama lulusan adalah sebagai kader ulama yang akan menjadi akademisi, pengajar, penyuluh agama atau muballigh yang menguasai bidang al-Qur’an dan tafsir.


Profil lain lulusan prodi IAT adalah sebagai peneliti dan praktisi sosial keagamaan. Sebagai peneliti, lulusan prodi IAT akan menjadi peneliti dan penulis buku ilmiah dan populer di bidang ilmu al-Qur’an dan tafsir. Sedangkan sebagai praktisi sosial keagamaan, lulusan prodi IAT dapat mengintegrasikan antara kajian Al-Qur’an dan Tafsir dan perkembangan persoalan sosial keagamaan dengan menjadi praktisi lembaga tahfiz dan tahsin al-Qur’an, imam masjid, penerjemah atau editor buku-buku keagamaan, dan fasilitator pemberdayaan masayarakat.

Empat Identitas Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri

3:15 PM
Kementerian Agama membawahi 57 Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri (PTKIN) baik berupa STAIN, IAIN maupun UIN. Ada empat identitas yang menjadi distingsi PTKIN dengan lembaga yang lain.

Pertama, identitas sebagai Perguruan Tinggi (PT). PT bukan sekedar sekolah, tapi lebih dari itu PTKIN adalah sekolah tinggi. Pelajarnya disebut mahasiswa, bukan sekedar siswa. Pengajarnya bukan sekedar guru. Pengajarnya disebut dosen. Bahkan juga disebut guru besar. Lembaga ini bukan lembaga sederhana. Maka seluruh apapun yang dilakukan di PT harus mencerminkan sebuah PT.

Identitas kedua, agama. STAIN adalah PT agama. Identitas ketiga yaitu Islam. Islam seperti apa yang harus dikembangkan oleh PTKIN? Kita harus kembali ke jati diri kita. DNA PTKIN kita adalah Islam washatiyyah, Islam rahmatan lil'alamin, Islam yang memanusiakan manusia. Bukan Islam yang menegasikan saudaranya sesama muslim, tapi justru yang menguatkan Islam dan memelihara harkat dan martabat manusia.

Identitas keempat yaitu "negeri". Ciri ke-Indonesia-an harus menjadi bagian yang tidak terpisahkan. Di Kemenag kita katakan bahwa beragama untuk mewujudkan Indonesia. Beragama dan ber-Indonesia tidak bisa dipisahkan. Keduanya bagai dua sisi mata uang logam yang tidak bisa dipisahkan.

Kita harus waspada dan hati-hati jika ada paham dan pengamalan yang secara pokok bertentangan dengan sandi beragama. Contoh mengatakan hormat bendera syirik, atau mengatakan pancasila adalah toghut. Hal semacam ini adalah pengamalan keagamaan yang merongrong sendi kehidupan bernegara.

Itulah di antara penyampaian Menteri Agama Republik Indonesia dalam kunjungan kerjanya meresmikan gedung kuliah baru STAIN Gajah Putih di Kampus Mulie Jadi sekaligus membuka acara Muzakarah Ulama dan Seminar Nasional Pendidikan Islam pada hari Rabu 12 Jumadil Akhir 1439 H/ 28 Februari 2018 M.

Mendaftar Kuliah Jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional Agar Dapat Beasiswa

3:30 PM
Saat ini telah dibuka pendaftaran masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Negeri (PTKIN) melalui jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN). Berdasarkan Undang-Undang Nomor 12 Tahun 2012 tentang Pendidikan Tinggi dan Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 4 Tahun 2014 tentang Penyelenggaraan Pendidikan Tinggi dan Pengelolaan Perguruan Tinggi bahwa ada tiga bentuk penerimaan mahasiswa baru untuk kuliah di PTKIN (UIN/ IAIN/ STAIN) yaitu SPAN-PTKIN, UM-PTKIN dan UM Mandiri.

Jalur pertama yaitu SPAN-PTKIN. Jalur SPAN-PTKIN adalah pola seleksi online secara nasional oleh semua PTKIN tanpa ujian masuk, tapi dengan seleksi nilai rapor dan prestasi lain. Jika calon pendaftar yang berada di Papua ingin kuliah di PTKIN yang ada di Aceh, maka tidak perlu datang ke Aceh untuk mendaftar. Cukup mendaftar secara online melalui jalur SPAN-PTKIN.

Jalur masuk ini adalah jalur tanpa tes, tanpa biaya pendaftaran peserta. Dari beberapa tahun yang sudah berjalan, jalur SPAN-PTKIN adalah jalur masuknya calon penerima beasiswa Bidikmisi Kementerian Agama RI. Jika ingin mendapatkan beasiswa, maka sangat disarankan calon mahasiswa mendaftar melalui jalur pertama ini.


Cara Mendaftar di Jalur SPAN-PTKIN

Untuk dapat diterima di kampus PTKIN favorit dan pilihan, peserta tidak bisa mendaftar sendiri dan langsung ke kampus yang dituju. Tahap pertama yang harus dilakukan adalah melapor ke operator komputer di sekolahnya masing-masing. Pihak sekolah harus memastikan sekolahnya sudah mempunyai Nomor Pokok Sekolah Nasional (NPSN) dan telah mengisi Pangkalan Data Siswa dan Sekolah (PDSS) dengan lengkap dan benar. 

Tahap kedua yaitu pihak sekolah mendaftar melalui halaman https://pdss.span-ptkin.ac.id/page. Pada halaman ini akan diberikan informasi 
  • Untuk sekolah yang pernah daftar SPAN-PTKIN di tahun sebelumnya, silakan login menggunakan password yang lama atau silakan cek email kepala sekolah yang didaftarkan sebelumnya.
  • Untuk sekolah yang lupa email kepala sekolah atau sekolah yang belum pernah mendaftar di SPAN-PTKIN silakan melakukan registrasi kembali dengan meng-klik Daftarkan Sekolah

Di bagian bawah halaman ini juga terdapat solusi bagi sekolah yang belum terakreditasi atau belum mempunyai NPSN
"Bila Sekolah Anda belum terakreditasi atau belum memiliki NPSN,
Sekolah Anda tetap dapat mengikuti SPAN-PTKIN dengan mengajukan permohonan NPSN ke sekretariat."
Selanjutnya pihak sekolah silakan mengikuti instruksi yang disampaikan di halaman tersebut sampai mengentry data siswa dan mendapatkan login siswa.

Tahapan ketiga yaitu tahapan ketika siswa sudah diberikan akun untuk log.in oleh pihak sekolah di alamat https://siswa.span-ptkin.ac.id/page. Pada tahapan ini siswa harus melakukan entry biodata, memilih program studi tujuan, melengkapi data, mencetak kartu peserta dan terakhir menunggu pengumuman kelulusan.

Tips Agar Lulus SPAN-PTKIN
Panitia akan membuat peringkat siswa berdasarkan nilai mata pelajaran yang menjadi mata uji dalam Ujian Nasional (UN) 2018. Kendatipun UN belum diadakan, nilai yang diambil adalah nilai rapor dari semester satu hingga semester lima bidang studi yang di-UN-kan itu. Oleh karena itu, penting bagi para siswa calon pendaftar untuk menyerahkan rapor hasil belajar kepada pihak operator sekolah yang mendaftarkan.

Berikut ini jadwal seleksi sebagaimana dirilis oleh panitia di situs SPAN-PTKIN


Era Disrupsi Dalam Bidang Pendidikan

8:36 AM
Orang menyebut era sekarang dengan era globalisasi dan era pasar bebas. Ada era lain yang lebih “berbahaya” dari keduanya yaitu era disrupsi (disruption era). Yaitu terjadinya perubahan yang sangat radikal menembus tantangan dan hambatan. Yang paling parah dari era ini adalah terjadinya penjungkirbalikan sistem dan tatanan yang dianggap mapan dan sudah ada sejak puluhan bahkan ratusan tahun sebelumnya, berganti dengan sistem baru yang dilakukan oleh anak-anak muda.

Sebagai contoh, di kota-kota besar bahkan ada yang sampai pelosok kota kecil, ada Gojek, Grab dan Uber. Berpeluh-puluh tahun sebelumnya sudah ada ojek. Lalu muncul anak muda yang bernama Nadiem Makarim membuat aplikasi gojek. Dia menjadi pengusaha ojek terbesar di Indonesia tanpa memiliki satupun aramada ojek. Taksi sudah ada dan dikenal masyarakat di dunia sejak lama. Tiba-tiba muncul grab dan uber menjadi pengusaha taksi terbesar di dunia tanpa memiliki satu armada taksipun. Konglomerat dunia punya banyak hotel. Lalu muncul anak muda yang yang mendirikan Airbnb tanpa punya satu kamar hotelpun.

Di Tiongkok ada seorang anak muda yang berpuluh tahun melamar pekerjaan pekerjaan tidak diterima. Hingga suatu kali ada lowongan pekerjaan di CFC. Perusahaan ini membutuhkan 24 tenaga kerja baru. Ada 24 pendaftar yang terseleksi. Namun yang diterima hanya 23. Satu orang yang tidak diterima itu adalah dirinya. Lalu, Jack MA memutuskan untuk belajar dua hal yaitu belajar IT dan belajar Bahasa Inggris. Karena punya kesulitan secara ekonomi, dia belajar Bahasa Inggris secara gratis dengan pergi ke hotel yang banyak dikunjungi turis. Setelah bisa berbahasa Inggris, ia menjadi guru bahasa Inggris. Untuk mengatasi kendala belajar bahasa Inggris, maka dibuatnya sistem aplikasi terjemahan dari bahasa Mandarin ke Inggris. Respon pengguna terhadap aplikasi ini sangat bagus. Selanjutnya dia menciptakan aplikasi e-commerce Alibaba. Sekarang dia dikenal sebagai salah satu orang terkaya.

Contoh lain Mark Zuckerberg yang akhirnya berhenti kuliah karena harus memilih mengembangkan penelitian dan bisnisnya facebook. Betapa saat ini facebook berkembang sebagai bagian dari perkembangan teknologi komputer dan jaringan internet. Ia juga termasuk satu di antara orang kaya di dunia.

Era Disrupsi Pada Dunia Pendidikan

Universitas pertama muncul dan merupakan universitas tertua di dunia adalah Universitas Al-Qarawiyyun di Maroko. Universitas ini didirikan oleh Fatimah al-Fihri pada abad kedelapan masehi. Universitas ini lebih tua seabad dibandingkan al-Azhar di Mesir yang berdiri pada abad kesembilan masehi.

Di Amerika, butuh waktu beratus tahun untuk menjadikan Oxford, Cambridge dan Harvard University menjadi perguruan tinggi yang mapan dan terkenal. Universitas ini muncul pada abad kesebelas sampai kedua belas masehi, namun baru menjadi universitas yang hebat pada abad kelima belas.

Di era disrupsi sekarang cukup butuh waktu berpuluh tahun untuk menjadi perguruan tinggi yang hebat. Nanyang Technology University adalah universitas tercepat, termuda dan terbaik di dunia. Universitas ini baru berdiri tahun 1991. Di Indonesia tahun 2006 muncul Universitas Multimedia Nusantara yang saat ini akreditasi institusinya A dan hampir semua prodinya terkareditasi A. Binus University awalnya adalah sebuah lembaga kursus di garasi. Namun sekarang akreditasi institusinya A dan mayoritas prodinya terakreditas A. Saya yakin, jika STAIN Gajah Putih di-treatment beberapa tahun ke depan, minimal akan mendapatkan akreditasi B baik untuk institusi maupun prodinya.

Itulah hantaran yang disampaikan Prof. Dr. Sutrisno, M.Ag, Wakil Rektor I UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta dalam acara Workshop Perumusan Kurikulum KKNI di STAIN Gajah Putih Takengon pada hari Sabtu tanggal 23 Desember 2017.





 
  • Contact Us | Site Map | TOS | Privacy Policy | Disclaimer
  • Copyright © Bismi Rabb. Template by OddThemes