Katanya Syaitan Sudah Dibelenggu, Tapi Kok Masih Ada Kejahatan di Bulan Ramadhan? - بسم الله الرحمن الرحيم
Headlines :
Home » , » Katanya Syaitan Sudah Dibelenggu, Tapi Kok Masih Ada Kejahatan di Bulan Ramadhan?

Katanya Syaitan Sudah Dibelenggu, Tapi Kok Masih Ada Kejahatan di Bulan Ramadhan?

Ditulis Oleh IRHAS Pada Hari Selasa, 13 Juni 2017 | 15.58

Materi ini pertama kali disampaikan untuk kultum di Mesjid Kota Takengon pada hari Selasa tanggal 18 Ramadhan 1437 bertepatan dengan 13 Juni 2017

Sudah lebih separuh dari umur Ramadhan kita lalui. Artinya, selama itu juga syaitan telah dibelenggu oleh Allah. Pertanyaannya, mengapa masih terdapat kejahatan dan perbuatan dosa yang dilakukan oleh manusia? Kita dengan berita terjadi perampokan, pembunuhan, perzinaan di bulan Ramadhan. Masih ada orang muslim yang berjualan di bulan Ramadhan, walau sudah ada larangan untuk tidak berjualan siang hari di bulan ini. Masih ada jama’ah shalat tarawih saat mau pulang ke rumah kehilangan sendal di masjid. Masih ada orang yang berpuasa tidak sanggup menahan diri dari rasa marah. Pendek kata, masih ada perbuatan terlarang, baik yang haram ataupun makruh, yang dilakukan oleh manusia. Padahal, syaitan telah dibelenggu oleh Allah.

Hasil gambar untuk rantai
Sumber Gambar: Tokopedia
Dalam hadis dari Abu Hurairah, Rasulullah Bersabda:
حَدَّثَنَا يَحْيَى بْنُ بُكَيْرٍ حَدَّثَنَا اللَّيْثُ قَالَ حَدَّثَنِي عُقَيْلٌ عَنْ ابْنِ شِهَابٍ قَالَ حَدَّثَنِي ابْنُ أَبِي أَنَسٍ مَوْلَى التَّيْمِيِّينَ أَنَّ أَبَاهُ حَدَّثَهُ أَنَّهُ سَمِعَ أَبَا هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ يَقُولُ
قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ إِذَا دَخَلَ رَمَضَانُ فُتِّحَتْ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ وَغُلِّقَتْ أَبْوَابُ جَهَنَّمَ وَسُلْسِلَتْ الشَّيَاطِينُ
(BUKHARI - 3035) : Telah bercerita kepada kami Yahya bin Bukair telah bercerita kepada kami Al Laits berkata telah bercerita kepadaku 'Uqail dari Ibnu Syihab berkata telah bercerita kepadaku Ibnu Abi Anas, mantan budak at-Taymiyyin bahwa bapaknya bercerita kepadanya bahwa dia mendengar Abu Hurairah radliallahu 'anhu berkata; Rasulullah shallallahu 'alaihi wasallam bersabda: "Apabila datang bulan Ramadlan pintu-pintu surga dibuka sedang pintu-pintu neraka ditutup dan syaitan-syaitan dibelenggu".
Hadis ini shahih. Hadis yang sama dengan kata pencarian سُلْسِلَتْ الشَّيَاطِينُ juga terdapat dalam al-Bukhari no. 1766, Muslim no. 1794, al-Nasa’i no. 2072,2073,2074,2075,2078, dan Ahmad no. 7450,7451,8837.

Informasi yang disampaikan oleh hadis ini bahwa ketika datang bulan Ramadhan, maka pintu-pintu surga dibukakan sementara pintu-pintu neraka ditutup dan syaitan-syaitan dibelenggu. Mengapa masih ada kejahatan sementara syaitan sudah dibelenggu. Fokus tulisan ini adalah tentang makna syaitan yang sudah dibelenggu.

Jika dirujuk pendapat ulama akan ditemukan banyak pendapat terkait dengan pemahaman hadis ini. Namun, tanpa bermaksud tidak merujuk pendapat yang ada, mari mari kita renungkan firman Allah surah al-An’am ayat 112
كَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِينَ الْإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُورًا وَلَوْ شَاءَ رَبُّكَ مَا فَعَلُوهُ فَذَرْهُمْ وَمَا يَفْتَرُونَ
Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu syaitan-syaitan (dari jenis) manusia dan (dan jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia). Jikalau Tuhanmu menghendaki, niscaya mereka tidak mengerjakannya, maka tinggalkanlah mereka dan apa yang mereka ada-adakan.

Pada kesempatan lain juga disebut dalam surah al-Nas ayat terakhir
قُلْ أَعُوذُ بِرَبِّ النَّاسِ(1)مَلِكِ النَّاسِ(2)إِلَهِ النَّاسِ(3)مِنْ شَرِّ الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ(4)الَّذِي يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ(5)مِنَ الْجِنَّةِ وَالنَّاسِ(6)
Katakanlah: "Aku berlidung kepada Tuhan (yang memelihara dan menguasai) manusia. Raja manusia. Sembahan manusia. Dari kejahatan (bisikan) syaitan yang biasa bersembunyi. Yang membisikkan (kejahatan) ke dalam dada manusia. Dari (golongan) jin dan manusia
Ayat ini menyebutkan bahwa ada dua jenis syaitan yang menjadi musuh bagi para nabi dan ummatnya, syaitan dari jenis jin dan dari jenis manusia. Apa pekerjaan syaitan ini? Tidak lain adalah membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu manusia. Mereka berusaha menipu kita agar tergelincir.

Kembali kepada pertanyaan di atas. Kalau ternyata ada dua jenis syaitan yang menjadi musuh kita manusia, maka syaitan yang mana yang dimaksud telah dibelenggu oleh Allah?
Menurut kaidah yang berlaku dalam memahami hadis terkait akhirat dan segala paketnya—termasuk surga dan neraka—bahwa hadis tersebut tetap dipahami menurut makna literalnya. Mayoritas ulama hadis tidak mau memahami hadis terkait akhirat itu dengan makna kiasan.

Berdasar ketentuan ini, tentunya tetap diyakini bahwa memang syaitan dibelenggu oleh Allah. Yaitu syaitan dari golongan jin, tidak syaitan dari golongan manusia. Karena syaitan dari golongan manusia akan dibelenggu oleh setiap pribadi yang berpuasa dengan puasanya. Dalam ceremahnya yang populer, K.H, Zainuddin MZ mengatakan bahwa inti dari puasa adalah mengendalikan diri.

Nabi pernah menyampaikan pesan kepada para sahabat tatkala telah memenangkan perang Badar. Bahwa kita telah selesai dari jihad berperang melawan musuh yang tampak. Selanjutnya kita akan berperang melawan musuh yang tidak tampak, yaitu berperang melawan hawa nafsu kita masing-masing.

Baca Juga

Bagikan Ke Sosial Media :

0 komentar:

Boleh Berpendapat Kok

Bagaimana Pendapat Anda..?

POPULER SAAT INI

Makna Nabi Yang Ummiy

INGAT WAKTU SHALAT

KALENDER HIJRIYAH


 
Copyright © 2013. بسم الله الرحمن الرحيم - All Rights Reserved
Proudly powered by Blogger
Terima Kasih Sudah Berkunjung
Yang Menarik Lainnya close button minimize button maximize button