Tanya Jawab Seputar Mendaftar Kuliah

Bagi adik-adik SLTA yang akan memasuki jenjang perguruan tinggi, saat ini mungkin ada yang galau dikarenakan harus memilih mau kuliah di mana. Padahal, Ujian Nasional saja belum dimulai, tapi sudah dibingungkan oleh keharusan memilih di mana akan kuliah. Postingan ini mungkin dapat sedikit membantu kegalauan menentukan pilihan itu.

Pada prinsipnya, semua perguruan tinggi sama. Tujuannya mencerdaskan bangsa. Namun, bagi orang tertentu tidak semua perguruan tinggi dianggap sama. Ada perguruan tinggi negeri, ada perguruan tinggi swasta. Ada perguruan tinggi di bawah Kementerian Agama dan ada perguruan tinggi di bawah Kementerian Dikti. Selebihnya, perguruan tinggi dibedakan oleh beberapa keistimewaan.

Mengapa Harus Mendaftar Kuliah di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI)?
Untuk belajar ilmu ke-Islam-an maka PTKI seperti STAIN, IAIN dan UIN adalah pilihan. Hal itu tidak diragukan lagi. Selain sebagai tempat belajar ilmu agama, PTKI juga merupakan tempat mempelajari saint, teknologi dan ilmu pengetahuan lainnya. Selama ini yang diketahui orang bahwa PTKI adalah tempat kuliah khusus mempelajari ilmu agama saja. Padahal di PTKI selain menyelenggarakan program studi ke-Islam-an (Islamic studies), juga menyelenggarakan program studi saint dan ilmu pengetahuan lain. Bahkan kajian itu integral dengan ke-Islam-an. Biasa juga disebut dengan Islamic Saintis.

Contoh, bagi mahasiswa yang mengambil program studi Ekonomi Syari'ah di PTKI, setelah tamat mereka menyandang gelar Sarjana Ekonomi (SE). Apa beda SE lulusan PTKI dengan SE lulusan non-PTKI? Bahwa SE lulusan PTKI disamping menguasai ilmu ekonomi layaknya SE yang lain, mereka juga menguasai ilmu ekonomi berbasis syariat Islam. Harapannya tidak hanya sukses dunia, tapi sukses dunia akhirat.

Contoh lain, Arsitektur alumni PTKI ketika membuat gambar rumah tidak hanya mempertimbangkan arah mata angin, tapi juga memperhatikan arah kiblat. Mereka tidak akan membuat WC menghadap atau membelakangi kiblat. Karena dalam hadis ada larangan buang air menghadap atau membelakangi kiblat.

Bagi alumni Sarjana Hukum (SH) PTKI, selain menguasai ilmu hukum layaknya SH yang lain, mereka juga menguasai hukum Islam. Bagi Sarjana Pendidikan (S.Pd) lulusan PTKI, selain menguasai ilmu pendidikan layaknya S.Pd lulusan non-PTKI, mereka juga menguasai ilmu pendidikan menurut ajaran Islam. Bagi Sarjana Sosial (S.Sos) alumni PTKI, mereka mempunyai kelebihan pelajaran ilmu sosial berbasis Islam. Pendek kata, program studi ilmu pengetahuan sain dan teknologi di PTKI menjadikan sarjana yang memiliki nilai plus yaitu ilmu ke-Islam-annya.

Bagaimana Cara Mendaftar di PTKI Negeri? 
Ada tiga jalur pendaftaran untuk bisa kuliah di PTKIN. Jalur pertama yaitu jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional (SPAN), jalur kedua yaitu jalur Ujian Masuk yang diselenggarakan secara nasional, dan terkahir jalur ujian masuk yang diselenggarakan secara mandiri oleh masing-masing kampus. Untuk masuk jalur SPAN, mendaftarnya di http://span-ptkin.ac.id/. Untuk Mendaftar melalui jalur UM-PTKIN mendaftarnya via http://um-ptkin.ac.id/. Sedangkan untuk mendaftar melalui jalur UM-Mandiri, silakan akses web masing-masing kampus yang ingin dituju.

Apa Keuntungan Mendaftar Melalui Jalur SPAN PTKIN?
Ada banyak keuntungan mendaftar kuliah melalui jalur Seleksi Prestasi Akademik Nasional. Di antaranya:
Pendaftaran gratis, tidak dipungut uang pendaftaran.
Tidak ada ujian atau tes baik secara lisan maupun tertulis. Seleksinya hanya berkas seperti rapor dan surat keterangan.
Calon pendaftar tidak mendaftar sendiri. Tapi melalui operator sekolah. Paling tidak, bagi calon pendaftar yang tidak memiliki akses internet sendiri, bisa dibantu oleh pihak sekolah.
Terakhir, mendaftar melalui jalur SPAN, adalah syarat untuk mengikuti seleksi beasiswa bidik misi yang disediakan oleh pemerintah.


Keuntungan Mendaftar Melalui Jalur UM- PTKIN
Bagi yang tidak mendaftar pada jalur SPAN-PTKIN, maka jalur pendaftaran berikutnya adalah jalur UM-PTKIN (Ujian Masuk Perguruan Tinggi Keagamaan Islam Negeri). Jalur masuk ini dibuka secara nasional. Bagi calon pendaftar yang berada di luar Aceh misalnya, bisa mendaftar kuliah di Aceh. Pelaksanaan ujian masuknya tidak harus datang ke Aceh. Lokasi ujian bisa dipilih di kota terdekat dengan tempat tinggal pendaftar.

Sejak tahun 2017, melalui jalur UM-PTKIN bisa ikut bersaing dalam memperebutkan beasiswa bidik misi yang kabarnya tahun ini meningkat nominalnya dan juga kuotanya. Hanya saja, peserta yang mendaftar untuk ikut seleksi bidik misi diharuskan melengkapi pendaftaran sampai selesai upload syarat bidik misinya. Ini penting diperhatikan. Sebab, jika memilih bidik misi dari jalur pendaftaran UM-PTKIN tanpa selesai pada tahapan upload berkasnya, maka belum bisa ikut seleksi bidik misi.

Bagi calon pendaftar yang telah mendaftar melalui jalur SPAN-PTKIN, namun tidak lulus sesuai dengan pilihan pertama yang diinginkan, maka masih bisa mendaftar melalui jalur UM-PTKIN agar bisa diterima pada program studi pilihan utama. Syaratnya, harus belajar dan mempersiapkan diri untuk seleksi.

Pelaksanaan seleksi pada sebagian kampus sudah berbasis komputer. Namun pada sebagian kampus masih ada yang berbasis kertas. Tergantung kesiapan kampus masing-masing dengan banyaknya jumlah peserta yang mendaftar.

Jalur UM Mandiri
Jalur UM Mandiri adalah jalur khusus yang diperuntukkan bagi calon pendaftar yang sangat menginginkan bisa kuliah di kampus yang dituju dengan sedikitnya persaingan. Peserta tidak perlu bersaing secara nasional. Untuk mendaftar, calon peserta bisa menghubungi kampus yang dituju melalui webnya masing-masing atau langsung datang ke kampus saesuai waktu yang dijadwalkan.

Sayangnya, mendaftar melalui jalur ini biasanya sesuai dengan kuota yang tersedia pada masing-masing kampus. Jika kuota yang tersedia tidak ada lagi, maka sudah juga untuk bisa memilih program studi yang diinginkan.

Hal lain dari jalur ini adalah bahwa pada tahun-tahun sebelumnya, peserta yang masuk melalui jalur UM Mandiri tidak bisa mengikuti seleksi beasiswa bidik misi. Tapi, ada beasiswa lain yang menanti seperti beasiswa prodi keagamaan, beasiswa tahfidz Alquran dan beasiswa prestasi.

Memilih STAIN Gajah Putih Takengon?
STAIN Gajah Putih Takengon adalah satu di antara PTKIN yang baru menjadi PTKI Negeri pada tahun 2012. Sejak beralih status menjadi kampus plat merah, STAIN Gajah Putih Takengon mengalami banyak kemajuan. Hal itu dapat menjadi alternatif alasan mengapa memilih kuliah di STAIN Gajah Putih Takengon, di samping alasan lainnya.

Satu-satunya kampus negeri di wilayah tengah Aceh
Wilayah tengah Aceh belum ada kampus negeri selain STAIN Gajah Putih Takengon. Kuliah di kampus negeri milik pemerintah tentunya memiliki berbagai keunggulan dibanding kampus yang bukan plat merah. STAIN Gajah Putih Takengon juga satu-satunya kampus keagamaan terbesar di wilayah tengah Aceh.

Dosennya berasal dari berbagai perguruan tinggi di nusantara dan perguruan tinggi luar negeri
Dulu anak-anak Aceh yang tersebar di wilayah tengah Aceh yang pergi kuliah ke Medan, Banda Aceh, Pekanbaru, Padang, Jambi, Jakarta, Bandung, Solo, Jogjakarta, Malang, Surabaya, Makassar dan perguruan tinggi terkenal di kota-kota lain. Namun, ada yang tidak jadi merantau kuliah karena jauhnya tempat kuliah atau karena tidak sanggup berpisah dengan keluarga. Bagi orang tua yang tidak ingin berpisah dengan anaknya atau sebaliknya anak yang tidak mau merantau kuliah ke kota-kota besar tersebut, sudah ada solusinya. Yaitu kuliah di STAIN Gajah Putih Takengon. Karena saat ini, dosen yang mengajar di STAIN Gajah Putih Takengon adalah berasal dari alumni kampus terkenal di kota-kota besar yang tersebar dari seluruh nusantara. Tidak hanya itu, dosen STAIN Gajah Putih Takengon ada yang berasal dari perguruan tinggi ternama di Mesir, Australia, Malaysia, Sudan dan India.

PTKIN baru yang dipercayai oleh Kementerian Agama untuk mengelola Program Pasca Sarjana
STAIN Gajah Putih Takengon adalah satu-satunya kampus baru negeri yang dipercaya oleh Kementerian Agama untuk mengelola program Pascasarjana atau jenjang Strata Dua. Ini adalah bukti perhatian Pemerintah Pusat kepada daerah ini sekaligus bentuk penghargaan berupa kepercayaan yang didapat oleh STAIN Gajah Putih Takengon untuk mengelola kampus dengan baik.

Tersedia banyak beasiswa
Saat ini ada tersedia beberapa beasiswa yang dapat membantu meringankan beban dan biaya perkuliahan. Tentunya beasiswa itu adalah wujud kepedulian pemerintah terhadap masyarakat. Beasiswa bidikmisi misalnya, setiap tahunnya selalu mengalami peningkatan kuota calon penerima. Tahun 2017 ada 70 penerima beasiswa bidik misi. Tahun 2018 disediakan 75 kuota calon penerima beasiswa bidik misi. Setiap penerima beasiswa bidik misi mendapatkan beasiswa sejumlah enam juta persemesternya. Dengan beasiswa ini mahasiswa dapat membayar uang kuliah dan keperluan kuliah lainnya. Selain beasiswa bidik misi, juga ada beasiswa prestasi akademik bagi mahasiswa yang memiliki prestasi secara akademis.

Bagi mahasiswa yang hafal al-Qur'an, juga ada beasiswa tahfidz al-Qur'an. Bagi yang belum hafal al-Qur'an tidak perlu khawatir. Karena kampus STAIN Gajah Putih Takengon melatih dan membina calon penghafal al-Qur'an.

Terakhir, khusus program studi keagamaan yang merupakan keilmuan utama PTKIN, tersedia beasiswa khusus yaitu beasiswa program studi keagamaan. Di antara  calon penerima beasiswa ini adalah mahasiswa yang concern dalam kajian agama dengan memilih program studi Ilmu Al-Qur'an dan Tafsir (IAT). 


Prodi Ilmu Alquran dan Tafsir
Program studi ini fokus mengkaji al-Qur’an sebagai sumber ajaran agama Islam. Lulusan prodi IAT akan menyandar gelar akademik Sarjana Agama (S.Ag). Profil utama lulusan adalah sebagai kader ulama yang akan menjadi akademisi, pengajar, penyuluh agama atau muballigh yang menguasai bidang al-Qur’an dan tafsir.


Profil lain lulusan prodi IAT adalah sebagai peneliti dan praktisi sosial keagamaan. Sebagai peneliti, lulusan prodi IAT akan menjadi peneliti dan penulis buku ilmiah dan populer di bidang ilmu al-Qur’an dan tafsir. Sedangkan sebagai praktisi sosial keagamaan, lulusan prodi IAT dapat mengintegrasikan antara kajian Al-Qur’an dan Tafsir dan perkembangan persoalan sosial keagamaan dengan menjadi praktisi lembaga tahfiz dan tahsin al-Qur’an, imam masjid, penerjemah atau editor buku-buku keagamaan, dan fasilitator pemberdayaan masayarakat.

Share this:

Post a Comment

 
  • Contact Us | Site Map | TOS | Privacy Policy | Disclaimer
  • Copyright © Bismi Rabb. Template by OddThemes